03 Agustus, 2017

Mimpiku... oh Baitullah...

" mau kemana ?
Seorang teman menyapaku,
" ini lagi mengurus persiapan umroh, Alhamdulillah ada rezeky umroh mendadak di ajak, doakan yaaa, jawabku sambil melambai hendak melanjutkan perjalanan,

Aku agak kalang karna pasport belum jadi sementara hari keberangkatan sudah di depan mata, dengan wajah berkeringat bercampur air mata aku hilir mudik mempersiapkan semuanya, di tambah dengan guyuran hujan yg menderas menghantam atap seng rumah ku, sangat keras hingga aku terbangun...

Terhenyak sesaat, ya Allah mimpi ini... aku baru bermimpi menyiapkan perlengkapan hendak berangkat, belum berangkat, tapi sudah sangat menghibur hatiku, cepat ku tak mau sia-siakan moment hujan deras ini, moment terkabulnya doa, lirih ku panjatkan doa penuh harap yang amat sangat, sayangnya lagi halangan, jadi gak bisa tahajjud...

Pantaskanlah aku ya Rahman... yaa Rahim... menginjakkan kaki di Tanah suciMu, untuk beribadah sekhusyu'2nya ibadah... Allahummaa aaamiin...

31 Juli, 2017

Juli Lewat Lagi

Aku duduk dalam ruangan yg jauh dari kata sepi, suara dari sound system menghadirkan degup jantung yang sangat menyiksa, kenapa aku harus hadir jika akhirnya tersiksa, inilah yang namanya diluar dari dugaan, katro yah namanya ? Kapan2 acara besar begini gak full music ? Ini acara judulnya HARGANAS XXIV TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2017, istighfar lah untuk keadaan yang jauh dari kata islami ini...

By the way, yang saya mau tulis sebenarnya bukan itu, tgl 1 Agustus ini membuatku tersentak, Juli telah lewat, bulan dimana anak-anakku berkurang jatah usianya dan bertemu dengan usia yg menuntut harus lebih dari sebelumnya.

Abang Azhar si sulung 27 Juli kemarin tepat usianya 11th, sekarang sudah kelas VI MI, setahun lagi in syaa Allah masuk asrama , semoga panjang umur dan lulus, apa yang berubah denganmu nak ? Bunda menatap lirih kepadamu, karna kesalahan bunda mendidik terlihat sangat anak sulungku belum begitu mandiri, bunda merasa tidak begitu kuat mempersiapkan mentalmu untuk menghadapi masa depan yg harus engkau sendiri hadapi dengan konsekuensi2 yang pasti terjadi jika kita memutuskan sesuatu, maafkan bunda nak... karna bunda sdh bertekad untuk lebih keras membentukmu, bukan karna gak sayang, tapi sungguh karna cinta bunda yang luar biasa, bunda gak ingin kelak kau akan lebih menyesali kesalahan bunda ini yang selalu menyiapkan pakaianmu tanpa membiarkanmu memilih sendiri atau menyiapkan sendiri, Alhamdulillah nak... terlihat kau sdh mulai tanggung jawab untuk menyetrika seragam sekolah , kini bunda harus mengantarmu untuk membuat keputusan sendiri, untuk lebih tegas sama dirimu, tidak mudah nangis dan lebih kuat menghadapi masalah, sungguh ayah bunda sayang bang azhar.

26 Juli giliran Bang Hannan yg lahir, kini angka 9 tertera di kolom usiamu nak, bang Hannan sdh kelas IV, pastinya banyak PR bunda untuk bang hannan, 3th baru muncul adel membuatmu lebih manja,kadang2 masih mau tidur sama bunda, masih suka iri sama adel hehhehe..

Adelia ku, gadis seorang, masya Allah, hikmah Allah memberi bunda hanya satu perempuan ternyata karna mungkin bunda tidak sehebat umi nene yg bisa mendidik 7 anak perempuannya, karna mendidik anak perempuan sungguh tidak mudah, apalagi di tgl 29 Juli adel sdh 6th, sdh masuk MI, sdh lebih gede dari Tk, sdh gak bisa santai2 lagi di pagi hari, karna di Mi aturan semakin banyak untuk mendewasakanmu nak, ini juga cambuk buat bunda agar pintar2 membagi waktu mendampingi adel yang belum mau aktif TPA, masih belum peduli dengan status belum bisa lancar membaca, waaah PR bunda lebih banyak.

Terucap do'a, begitu banyak do'a dengan segala harap untuk kalian naaakkk... harapan ayah bunda agar kelak akhirat kita selamat , karna kita ingin sama2 berkumpul di syurgaNya, di semua kurangmu nak tak bisa di dipungkiri betapa kelebihan kalian begitu membahagiakan Ayah dan bunda, abang azhar yang care, sdh lebih disiplin untuk bersegera ke sekolah dan musholla, bantu bunda dirumah bersihkan kamar abang sekarang lebih rapi, semakin cinta sama sirah, semoga kesukaan abang pada film islami akan menjauhkan abang ada film2 yang jauh dari islami, dan dapat ditularkan pada ade2 yang lebih utama keteladanan dari Rasulullah saw dana
Para sahabatnya dapat abang aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari abang azhar, Allahummaa aaamiin...

abang hannan pun seperti halnya bang azhar sudah gak suka keluyuran tanpa jelas ketika pulang sekolah, lebih memilih nonton dirumah, semoga akan lebih baik akhlaknya ya naaakk... abang hannan juga lebih bersemangat menghafal Al-qur'an, peduli pada tugas sekolah, semoga istiqomah ya nak.. terutama untuk menjaga shalat yang akan menyelamatkan kita, ayah bunda begitu sayang sama hannan.

Adelkuuu yg semakin pintar bantu bunda, bersihkan kamar bunda, sdh berjanji untuk ikut aturan Allah swt, aturan ayah bunda dan aturan ustadzah, semangat terus ya nak... susah memang nak kalau ikut aturan, adel pengen bebas main tanpa aturan, gak di ajak belajar dll, tapi semua itu akan menghancurkan adel, jadi maafkan bunda nak jika bunda agak keras mengaturmu, karna adel perempuan, banyak batasan yang harus adel tau, semua ini karna ayah dan bunda sayang adel sangat.

Terakhir doakan ayah bunda ya naak... agar Allah SWT, selalu membimbing ayah bunda dalam mendidik kalian, maafkan kekhilafan ayah bunda yang jauh dari sempurna, kita semua sama2 berusaha untuk meraih cinta Allah SWT, agar dapat rumah di syurgaNya kelak, Allahummaa aaamiin..

20 Juni, 2017

Kami connect karna Rasa

Kami tak pernah butuh battrey atau pun listrik untuk menjadikan kami connect satu sama lain

Cukup dengan tatapan mata yang makna nya sedalam samudera luas
Yang melukiskan rasa kami berdua

Cobalah menerka-nerka apa yang kalian tahu tentang rasa kami..

Saya yakin pasti gagal, karena kami punya banyak rasa dalam satu kata CINTA.

#MenatapnyaMelangkahMenujuMesjid
#RamadhanKareem
#Days26
#ZaujieHabibie

Istimewanya Kotaku

Balikpapan kota kelahiranku, kota yang aku setelah besar baru mengetahui jika tak ada bahasa daerah khusus seperti halnya jawa atau makassar, kotaku sangat istimewa, karena semua bahasa ada, aku pernah berpuluh kali berganti tetangga dengan suku yang berbeda-beda, membuat kami sedikit tak asing dengan suku-suku di indonesia negaraku yg betapa ingin ku mencintainya akhir-akhir ini.

Ketika aku menikah yang kebetulan dapat suami yang juga lahir di kota Balikpapan, dan kami pindah ke kota Batam, kemudian memiliki tetangga-tetangga yang bebas berbahasa jika mungkin ada yang rahasia ingin di bicarakan atau merasa nyaman memakai bahasa sendiri dengan pasangannya, sedangkan kami mau pakai bahasa suku apa ? Kami di besarkan dengan bahasa indonesia walau dengan logat bahasa cenderung mengikut pada logat suku banjar yang orang-orangnya banyak berinteraksi dengan kami, tapi kami memiliki kosakata yang tidak di miliki kota-kota yang lain, seperti kata pang, dostep, pale, pujungan, itu nah dst.

Selain itu jika aku menyebut nama kotaku seringkali orang-orang menatap heran mendengar nama kota ku, hingga uncullah komentarn
,

"Kok di Balikpapan ? Itukan orang yg di kubur tinggalnya di balik papan,
ya Allah... horornya...

Atau

" Di balik papan ? Gak sakit apa ?

Makanan khas Kota ku di sebut amplang, aku sangat hafal jika keluarga-keluargaku berkunjung ke kota ku mesti pulang membawa makanan khas ini yg terbuat dari ikan, sehingga aku berpikir, jika makanan ringan dengan rasa ikan ini hanya ada di Balikpapan, tapi ternyata salah karena setelah aku menginjakkan kaki di Kota Batam aku menemukan makanan jenis ini hanya namanya yang berbeda.

Sebenarnya aku bukan orang yang terlalu peduli dengan kebudayaan kotaku, karna aku sudah sangat bahagia bisa bersama dengan orang-orang yang begitu ramah, dan menjadi begitu shock ketika aku yang sejak lahir tinggal di Balikpapan dan meninggalkan kotaku ini setelah menikah, kemudian bersatu dengan penduduk kota yang dengan santainya memaki antar sopir angkot atau antar suku, aku yang gak pernah mendapatkan hal itu di kota ku, gemetar di dalam angkot dan rasanya ingin lompat keluar segera, juga ketika hamil besar aku menyaksikan seorang laki-laki dengan membawa golok menyabet sesama sopir angkot di tempat umum yang dianggap saingannya, hal-hal yang membuat aku kangen sama kotaku yang Beriman.

Saling menghormati suku yang satu dengan suku yang lainnya, serta saling menghormati antar agama masing-masing itulah yang aku dapati di kotaku, kota yang in syaa Allah jauh dari konflik.

Sangking tidak peduli nya, aku bingung ketika pulang kampung berapa thn yang lalu, gambar beruang madu byk menghiasi kotaku, bahkan ada tempat wisata beruang madu, ini maksudnya apa ? Oaalaahh ternyata beruang madu adalah maskot kota kami.

Sedikit Copas dari wikipedia tentang kotaku tercinta Balikpapan.

Balikpapan merupakan sebuah kota di Kalimantan Timur, Indonesia. Balikpapan memiliki penduduk sebanyak 701.066 jiwa, yang merupakan 22 % dari keseluruhan penduduk Kaltim. Balikpapan merupakan kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia. Logo dari kota yang sering disebut Kota Minyak (Banua Patra) dan Bumi Manuntung ini adalah beruang madu, maskot Balikpapan yang mulai di ambang kepunahan. Nama asli Balikpapan adalah Billipapan atau Balikkappan (logat Banjar).

#days 29
#30DWC
#Jilid 6
#Squad 6

16 Juni, 2017

My Quote

Lillah... Fillah...

Labbaiik...Allahumma Labbaiiikkk...

Ini hanya replika, tapi mampu menghipnotis rasaku, merapalkan doa2 bersama impian,

Maka setiap tangan ini terangkat ingin mengetuk pintu langit, mimpi itu tak kan pernah terlupa.

Bagaikan balita kehausan yang sedang di sapih ibundanya.

Labbaiik... Allahumma Labbaiik... bibir ini basah, mata ini basah ketika kalimat penuh cinta itu terungkap...

My Quetos

Lillah... Fillah...

15 Juni, 2017

Pesantren Ramadhan, 30 DWC dan aku

Detik-detik akhir Ramadhan mulai menyapa…

Pesantren Ramadhan

Duhai.. aku masih sibuk hilir mudik dari satu sekolah ke sekolah yang lain, menghabiskan waktu lebih banyak di jalan, karena dari rumah menuju ke tempat Pesantren Ramadhan menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam, lebih banyakan di mobil dari pada di tempat kegiatan.
Tapi, satu hal yang aku patut syukurkan, Alhamdulillah, aku punya tim yang solid, yang kompak dan gak ngeyel, padahal tidak mudah mendadak di tugaskan atau tiba-tiba harus berganti materi, padahal hitungan jam tinggal beberapa jelang kegiatan di mulai.
Saya sebagai Pj. Mendadak tanpa di angkat hehehehe murni karna khawatir teman-teman bingung seringkali terpaksa membuat keputusan mendadak, mengganggu aktivitas teman dengan deringan telpon ku yang tak putus asa terus memanggil jika gak di angkat-angkat, dan akhirnya aku merasa khilafku selama Pesantern ramadhan ini pastilah banyak, khawatir sangat ada kata-kata yang menyakiti atau menghadirkan rasa yang tidak enak di hati teman-teman, maafkan yaaa akhawati fillah… apalagi diriku banyak candanya… maybe sampe kebablasan dan aku gak sadar, Astaghfirullah…

Satu poin untuk evaluasi pesantren Ramadhan tahun ini,

Betapa persiapan itu sangatlah penting, so, mari kita bebenah untuk ke depannya jika Allah masih beri kesempatan, agar ada hasil yang lebih maksimal.

Ilalliqo’ akhawati Fillah… mari terus melangkah merebut ridho Ilahi, karena perjalanan kita tak berhenti di hari ini, di berakhirnya Rangkaian kegiatan Ramadhan.
Akhirul kalam.. Jazaakumullahu Khairan Jazaa untuk kebaikan, keikhlasan, dan kelapangan hati teman-teman selama tugas ini diamanahkan Allah kepada kita, semoga bernilai pahala dan diRidhoNya.

30 dWC
Bersamaan berakhirnya Tugas pesantren ramadhan di Kamis, 15 Juni 2017, aku tertatih mengikuti gerak laju teman-teman groupku yanga keren-keren, berapa kali tulisan ini menjadi hutang, berapa kali aku menulis sambil tertidur dan terbangun menatap layar kemudian tertidur lagi.

Ini pengalaman pertama ku bergabung, dan sungguh ada cerita indah, ada kenangan manis dan ada ukhuwah yang terjalin, inilah motivasi yang membuatku bertahan hingga 30 hari terlewati, meski aku di uji dengan hp yang error padahal hp adalah pusat informasi, Alhamdulillah Allah beri kemudahan di sisi lain.

Squad 6 meninggalkan cerita yang panjang, membekas tawa ceria , menghadirkan sedih ketika ada kotak-kotak merah berujung tulisan droupout.
Kita terus bertahan, terseok menghindari kotak kuning, orange apalagi merah lebih horror jika berakhir hitam. Tapi sesekali tetap mentok dan akhirnya kena juga.
Percakapan-percakapan ringan dari tulisan sampai pencarian jodoh, dari pisang ijo sampai menu buka, lambat buka wa akan hadir berapa puluh chat, oooh… aku tertinggal, dan akhirnya hanya mampu komen chat terakhir.

Teman-teman manis kaya gula merah asli dari Sulawesi, persaudaraan ini tak ada apalagi saya yang berharap berakhir, aku sudah minta permohonan kalo pun harus paling gak sampe Jofish-Jofish group apalagi Guardian kami menikah, atau sampe anak-anak kami menikah hehehehe…

Harapan akhir, semoga akan menjadi lebih baik ke depannya, menjadi yang terbaik… sampai bertemu di JannahNya.

#day 30
#30 DWC
#Jilid 6
#Squad 6

13 Juni, 2017

Senyum.. Salam... Sapa... Sepelehkah ?



Sering kali kita melihat slogan Senyum…. Salam… sapa… di sekolah-sekolah mungkin atau di tempat-tempat umum, terkadang melihatnya sambil lalu, atau mencoba sedikit di praktekkan.
Saya termasuk orang yang terkadang melihatnya sambil lalu, toh saya kadang sering memaksa diri menyapa orang asing dengan basa-basi atau mengangguk dengan tersenyum kea rah orang asing tersebut, walau saya tak tahu apa mereka sadar saya sedang tersenyum atau tidak karna pastinya senyum saya terlindung oleh cadar, cukuplah garis mata yang tertarik ke samping menjadi tanda jika saya sedang tersenyum.

Kenapa saya menyebutnya orang asing ? karena in Syaa Allah saya jika mengenal orang tak sungkan-sungkan menyapa, tapi jika saya bertemu orang tak di kenal di mesjid atau lagi ta’lim dll, masya Allah menyapa itu kadang penuh pertimbangan, khawatir di cuekin en akhirnya malu, khawatir di bilangin sok kenal… aaahhh macam-macamlah praduga-praduga menyesatkan yang memenuhi otakku.

Hingga tadi maghrib aku tersentak dengan telpon  seorang teman yang mengingatkanku tentang pentingnya, senyum, salam, sapa.

Seorang Guru tempat kami Peskil beberapa hari ini, merasa jika kami para ummahat bercadar ini enggan menyapa mereka yang masih memakai jilbab kecil dan celana panjang, mereka merasa jika mereka tak pantas untuk kami sapa…

Innalillahi wa innailaihi raji’uun, tak ada sedikitpun rasa seperti itu in syaa Allah, kami hanya sungkan dan yah seperti perasaan di atas, karena kami jelas lebih muda dan mereka Guru-Guru senior yang kami membayangkan seperti guru-Guru kami di zaman sekolah yang akhirnya menghadirkan rasa sungkan, apalagi jika orang tersebut menatap tanpa senyuman hehehehe

Tak henti-hentinya kami istighfar dan memuhasabah diri untuk tidak menyepelekan 3 kata ajib tersebut, senyum, salam, sapa…

Kenapa kami melupa untuk meneladani sikap Rasulullah saw,
Sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu : “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” (HR. Bukhari, no.6089).

Masya allah,beliau adalah sosok sempurna sebenar- benar sempurna, yang memiliki akhlak tak ada cela sedikitpun, Allahumma Sholli 'ala Muhammad...

padahal tidak berat yah hanya menyapa dengan salam atau senyum, padahal ganjaran sangat luar bisa,

Nabi Muhammad pernah bersabda: “Hai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, eratkanlah tali kekeluargaan, shalatlah ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamata.” (HR. At-Tirmdzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih).


Beda  orang asing tersebut orang nasrani atau yahudi jangan kita menyapanya dengan salam, karena Rasulullah saw, pernah bersabda,
“Janganlah memulai ucapan salam kepada orang yahudi dan jangan pula Nasrani. Jika kalian bertemu dengan salah seorang dari mereka (yakni orang yahudi atau nasrani) pada suatu jalanan, paksalah (pepetlah) mereka untuk melalui jalan yang tersempit.” (HR. Muslim). Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak boleh menyapa meraka. Hanya saja, tidak boleh menggunakan fasilitas syariat Islam. Untuk menyapa mereka tidak perlu mengucapkan salam. Cukup dengan senyum saja. Pasti mereka tahu kalau kita itu menyapa.


#Day 28
#30DWC
#Jilid 6
#Squad 6

Safar dan Adab-Adabnya

Travelling, safar atau wisata itu semua bermakna melakukan perjalanan walau dengan tujuan yang berbeda-beda dan identik dengan perjalanan jauh, 95% dari manusia di perkotaan khusus melakukan hal ini,bergerak untuk sukses, terlihat jelas beberapa outlet-outlet resmi penjualan tiket atau agen-agen tour and travel yang menjamur di sepanjang jalan dikotaku.

Dalam qur’an surat Al-Jum’ah ayat 10.

“Faidza qudiyatissholatu FANTASYIRU FIL ARDHI wabtaghu minfadlillah…”.
Dalam ayat yang turun 1400 tahun lebih yang lalu ini, kata-kata FANTASYIRU FIL ARDHI = “bertebaranlah di muka bumi”, mengandung arti bahwa kesuksesan itu tidak ditunggu, mau tidak mau harus dikejar, dicari dan diikhtiarkan. Konsepnya, berikhtiar sekuat-kuatnya atas proses lalu bertawakkal atas hasilnya.

Sebab itulah hampir semua makhluk hidup di muka bumi bergerak jika ingin sukses.
Tapi kali ini saya ingin menulis tentang wisata.

Untuk kata wisata dalam kamus besar bahasa Indonesia bermakna :

wisata/wi•sa•ta/ v 1 bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan sebagainya); bertamasya; 2 piknik;

setelah orang tua lelah bekerja, anak-anak penat menghadapi ujian akhir sekolah, maka tibalah masa berlibur, sebagian kita merencanakan perjalanan berlibur atau wisata ke tempat-tempat special yang diinginkan anak-anak atau kita sendiri dengan budget yang telah di siapkan.

Kebutuhan jasmani anak-anak yang akan melakukan perjalanan di siapkan semaksimal mungkin jangan sampai tujuannya bersenang-senang malah kacau jadinya
Tapi jangan lupa mari persiapkan juga kebutuhan rohani kita dan anak-anak, sampai kan pada mereka agar hendaknya perjalanan kita untuk menambah kecintaan kita pada Robb, Dzat yang menciptakan segala keindahan yang kita saksikan, ajak anak-anak untuk merenungkan semua itu, kemudian jangan lupa pula ajarkan anak-anak adab-adab safar berikut :

Pertama , melakukan shalat istikharah terlebih dahulu untuk memohon petunjuk kepada Allah mengenai waktu safar, kendaraan yang digunakan, teman perjalanan dan arah jalan. Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ

“ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an. ” 1

Kedua , jika sudah bulat melakukan perjalanan, maka perbanyaklah taubat yaitu meminta ampunan pada Allah dari segala macam maksiat, mintalah maaf kepada orang lain atas tindak kezholiman yang pernah dilakukan, dan minta dihalalkan jika ada muamalah yang salah dengan sahabat atau lainnya.

Ketiga , menyelesaikan berbagai persengketaan, seperti menunaikan utang pada orang lain yang belum terlunasi sesuai kemampuan, menunjuk siapa yang bisa menjadi wakil tatkala ada utang yang belum bisa dilunasi, mengembalikan barang-barang titipan, mencatat wasiat, dan memberikan nafkah yang wajib bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.2 Hal-hal ini perlu disiapkan karena kita tidaklah tahu ajal kita kapan menjemput. Boleh jadi saat safar malaikat maut datang menjemput. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“ Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ” (QS. Luqman: 34)

Keempat , melakukan safar atau perjalanan bersama tiga orang atau lebih. Sebagaimana hadits,

الرَّاكِبُ شَيْطَانٌ وَالرَّاكِبَانِ شَيْطَانَانِ وَالثَّلاَثَةُ رَكْبٌ

“ Satu pengendara (musafir) adalah syaithan, dua pengendara (musafir) adalah dua syaithan, dan tiga pengendara (musafir) itu baru disebut rombongan musafir. ”3 Yang dimaksud dengan syaithan di sini adalah jika kurang dari tiga orang, musafir tersebut sukanya membelot dan tidak taat.4 Namun larangan di sinibukanlah haram (tetapi makruh) karena larangannya berlaku pada masalah adab. 5

Kelima, mencari teman perjalanan yang baik. Carilah orang yang mengerti agama sebagai teman di perjalanan. Karena hal itu merupakan salah satu faktor yang membuat kita diberi petunjuk oleh Allah dan juga menyebabkan diri terjaga dari berbuat kesalahan selama dalam perjalanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamb bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“ Seseorang itu akan mengikuti agama teman dekatnya. Oleh karena itu, hendaklah kalian memperhatikan siapa yang akan kalian jadikan sebagai teman dekat. ”6 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ

“Janganlah engkau berteman melainkan dengan orang yang beriman. Hendaklah yang menikmati makananmu hanyalah orang yang bertakwa.” 7
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan teman yang baik laksana orang yang membawa minyak wangi sedangkan teman yang jelek diperumpamakan seperti pande besi. 8

Keenam, mengangkat pemimpin dalam rombongan safar yang mempunyai akhlaq yang baik, akrab, dan punya sifat tidak egois. Juga mencari teman-teman yang baik dalam perjalanan. Adapun perintah untuk mengangkat pemimpin ketika safar adalah,

إِذَا كَانَ ثَلاَثَةٌ فِى سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ

“Jika ada tiga orang keluar untuk bersafar, maka hendaklah mereka mengangkat salah satu di antaranya sebagai ketua rombongan.” 9

Ketujuh, hendaklah melakukan safar pada waktu terbaik.
Dianjurkan untuk melakukan safar pada hari Kamis sebagaimana kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Ka’ab bin Malik, beliau berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – خَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فِى غَزْوَةِ تَبُوكَ ، وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ

“ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju perang Tabuk pada hari Kamis. Dan telah menjadi kebiasaan beliau untuk bepergian pada hari Kamis. ”10

Dianjurkan pula untuk mulai bepergian pada pagi hari karena waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah. Sebagaimana do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu pagi,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”11

Ibnu Baththol mengatakan, “Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan waktu pagi dengan mendo’akan keberkahan pada waktu tersebut daripada waktu-waktu lainnya karena waktu pagi adalah waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Waktu tersebut adalah waktu bersemangat (fit) untuk beraktivitas. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan do’a pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya.”12

Juga waktu terbaik untuk melakukan safar adalah di waktu duljah. Sebagian ulama mengatakan bahwa duljah bermakna awal malam. Ada pula yang mengatakan maknanya adalah seluruh malam karena melihat kelanjutan hadits. Jadi dapat kita maknakan bahwa perjalanan di waktu duljah adalah perjalanan di malam hari13. Perjalanan di waktu malam itu sangatlah baik karena ketika itu jarak bumi seolah-olah didekatkan. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالدُّلْجَةِ فَإِنَّ الأَرْضَ تُطْوَى بِاللَّيْلِ

“Hendaklah kalian melakukan perjalanan di malam hari, karena seolah-olah bumi itu terlipat ketika itu.” 14

Kedelapan, melakukan shalat dua raka’at ketika hendak pergi15. Sebagaimana terdapat dalam hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَخْرَجِ السُّوْءِ وَإِذَا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَدْخَلِ السُّوْءِ

“ Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah .”16

Kesembilan, berpamitan kepada keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan.
Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang hendak bersafar adalah,

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

“Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)” 17.
Apabila salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta wasiat karena akan bepergian maka beliau mengatakan kepadanya,

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
“Zawwadakallahut taqwa, wa ghofaro dzanbaka, wa yassaro lakal khoiro haitsuma kunta. ” 18
Kemudian hendaklah musafir atau yang bepergian mengatakan kepada orang yang ditinggalkan,

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ


“Astawdi’ukallahalladzi laa tadhi’u wa daa-i’ahu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).” 19

Kesepuluh, ketika keluar rumah dianjurkan membaca do’a:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya)20.

Atau bisa pula dengan do’a:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عليَّ

“Allahumma inni a’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya” [Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzholimi diriku atau dizholimi orang lain, dari kebodohan diriku atau dijahilin orang lain] 21.

Keterangan :

1 HR. Bukhari no. 7390.
2 Adab pertama sampai ketiga dijelaskan dalam Al Ghuror As Saafir fiima Yahtaaju ilaihil Musaafir, hal. 15-16.
3 HR. Abu Daud no. 2607, At Tirmidzi no. 1674 dan Ahmad 2/186. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 62.
4 Lihat Fathul Bari, 6/53 dan penjelasan Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 62.
5 Lihat perkataan Ath Thobari yang dibawakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari, 6/53.
6 HR. Abu Daud no. 4883 dan Tirmidzi no. 2378. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
7 HR. Abu Daud no. 4832 dan Tirmidzi no. 2395. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
8 HR. Bukhari no. 5534 dan Muslim no. 2628, dari Abu Musa Al Asy’ari.
9 HR. Abu Daud no. 2609. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
10 HR. Bukhari no. 2950.
11 HR. Abu Daud no. 2606 dan At Tirmidzi no. 1212. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya (baca: shahih lighoirihi). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1693.
12 Syarhul Bukhari Libni Baththol, 9/163.
13 Lihat ‘Aunul Ma’bud, 7/171.
14 HR. Abu Daud no. 2571, Al Hakim dalam Al Mustadrok 1/163, dan Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro 5/256. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah no. 681.
15 Lihat pembahasan dalam Jaami’ Shohih Al Adzkar, hal. 153.
16 HR. Al Bazzar, hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 1323
17 HR. Abu Daud no. 2600, Tirmidzi no. 3443 dan Ibnu Majah no. 2826. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah no. 14 dan 15.
18 HR. Tirmidzi no. 3444. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
19 HR. Ibnu Majah no. 2825. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
20 HR. Abu Daud no. 5095 dan Tirmidzi no. 3426, dari Anas bin Malik. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1605.
21 HR. Abu Daud no. 5094 dan Ibnu Majah no. 3884, dari Ummu Salamah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 2442.


#Day 27
#30DWC
#Jilid 6
#Squad 6

12 Juni, 2017

Menunda atau Bersegera itu Pilihanmu

Menunda pekerjaan itu memang musibah, hari ini aku harus duduk di depan komputer dari pagi sampai habis ashar hanya untuk menyelesaikan keterlambatanku, mengenyampingkan tadarrus ( hiks banget ), nulis di day 26 sampe di day 27 juga kebersamaan dengan anakku di rumah, pun untuk memenuhi haknya rumah tak ku peduli sebenarnya punya alasan sebab hp error, tapi kok ya kayanya gak bisa cari alternative aja, mikir gitu kah ..

Seperti itulah otak di zaman Tekhnologi canggih, kita sudah kaya manusia listrik, mati listrik mati juga kehidupan, ketergantungan tinggi pada gadget, tekhnologi membuat kita seakan tak tau harus berbuat apa setelah semuanya pada padam, padahal akan tiba masa dimana semua itu tak berlaku.

Masa dimana aku merasa khawatir dengan anak-anakku, apakah mereka telah siap menghadapi masa itu ? apakah aku sudah mempersiapkan mereka ?

Jadi emak mestinya aku kencangkan langkahku, membimbing mereka, bukannya menunda-nunda dan akhirnya aku kehabisan waktu.
Padahal rasulullah sudah memperingati dalam haditsnya,

Rasulullah juga bersabda berkaitan dengan pentingnya mempersegerakan suatu urusan. Sabdanya, “Bersegeralah melakukan perbuatan baik, karena akan terjadi fitnah laksana sepotong malam yang gelap.” (HR. Muslim).

Dalam hadits lain, beliau juga menerangkan, “Jadilah engkau di dunia laksana orang asing atau orang yang menyeberangi jalan.” Ibnu umar berkata. “Bila engkau berada di sore hari, maka jangan menunggu datangnya pagi, dan bila engkau di pagi hari, maka janganlah menunggu datangnya sore.” Manfaatkan waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.

Para ulama salaf kita telah menuliskan resep yang ampuh untuk mengobati penyakit kronis ini, yaitu dengan mendidik diri agar segera melakukan dan bersegera menuntaskan.

Allah Ta’ala berfirman, “Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran [3]: 133).

#semoga Selalu Dalam Bimbingannya
#Day 26
#30DWC
#Jilid 6
#Squad 6

 

10 Juni, 2017

Kuliner di Kotaku

Food dan fashion itu 2 hal yang sangat melekat sama manusia, menjadi gaya hidup, dan jika menyorot ke Food atau makanan maka di Indonesia kita mendengar orang menyebutnya Kuliner.

Dan beberapa tahun ini kata kuliner menjadi trend dari kalangan anak muda sampai  jompo, bahkan ada istilah wisata kuliner, rasanya ketinggalan zaman banget jika gak pernah gabung sama-sama teman untuk merasakannya.

Tapi sebenarnya apa sih pengertian kuliner itu sendiri ?

Kuliner adalah hasil olahan yang berupa masakan. Masakan tersebut berupa lauk pauk, makanan (penganan), dan minuman. Karena setiap daerah memiliki cita rasa tersendiri, maka tak heran  jika setiap daerah memiliki tradisi kuliner yang berbeda – beda. Kuliner merupakan sebuah gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan. Karena setiap orang memerlukan makanan yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Mulai dari makanan yang sederhana hingga makanan yang berkelas tinggi dan mewah. Semua itu, membutuhkan pengolahan yang serba enak.

Sedangkan wisata kuliner sendiri adalah kegiatan yang dilakukan banyak orang dalam bidang kebutuhan makanan, untuk hiburan.

Maka jika kuliner makanannya
Wisata kuliner adalah sebutan untuk tempat menyantap hidangan dalam rangka untuk menghibur diri.

Dengan alasan hiburan ini lah orang-orang berbondong-bondong keluar dari rumah untuk menikmati wisata kuliner, di restaurant, pinggir jalan atau jika di Balikpapan, sekitar lapangan merdeka dihari sabtu dan ahad  akan kita temukan ratusan penjual dan dominan penjual makanan.

Orang-orang yang butuh hiburan setelah olah raga ringan, jalan santai, car free day atau jogging, kembali akan menimbun lemak yang 30% terbakar dan akan meningkat setelah mereka melakukan ritual yang mereka sebut wisata kuliner, mereka menggelar karpet dan menikmati berbagai jenis makanan yang tersedia.

Sehatkah makanan-makanan tersebut ? Allahualam, sehat tidak sehat nya makanan tersebut mereka sedikit mengabaikan karena bagi mereka kebersamaan dengan keluarga setelah 5 hari dibebani urusan pekerjaan adalah yang lebih utama.

Dari obrolan singkat bersama beberapa teman, mereka menyinggung, kenapa Turki bisa berkembang? Karena di negaranya peradaban-peradaban islam yang terlihat, sedangkan di Indonesia khususnya meski kebanyakan warga nya adalah orang-orang islam tapi yang tergambar yang terlihat di sekeliling kita sangat jauh dari peradaban islam, dominan adalah Kuliner-kuliner yang berjajar sepanjang jalan.

Tergambar jelas bahwa mereka lebih peduli dengan perut daripada kebangkitan islam itu sendiri.

Coba kita pikirkan … sisi negative lain dari wisata kuliner khususnya di pinggir jalan atau lapangan merdeka yang sering saya saksikan.
kalian makan dengan tertawa bahagia, hidangan menumpuk di depan mata, adakah kita pernah memikirkan ada satu dua orang yang melintas dengan perut melilit menahan rasa lapar menatap kebahagiaan kita, kemudian kalian bangkit dari pesta kecil kalian meninggalkan sisa makanan yang tak sanggup kalian habiskan bersama sampah-sampah kotor yang berserakan teronggok tanpa satupun dari kalian peduli pada sampah-sampah tersebut, dari kejauhan sekelompok orang lapar menyerbu sisa makanan yang jauh dari kata steril lagi.

Miris, sedih…

Maka saudaraku, silahkan anda berbahagia dengan wisata kuliner kalian, dengan kuliner-kuliner yang memanjakan lidah, tapi ingat, kembali lah pada fitrah , jangan abaikan adab agar kita sehat dan bahagia rohani dan jasmani.

Karena dalam Al-Qur’an di sebutkan khusus dalam Qs. Al-A’raf ayat 31,
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ
“Makanlah dan minumlah, namun jangan berlebih-lebihan.”

Kenapa jangan berlebihan ?

Karena jika kita terlalu kenyang, akan timbul rasa malas, mengantuk dan akhirnya lalai dari banyak hal.

Jangan berlebihan, karena masih banyak yang butuh dari uang yang ratusan ribu kalian keluarkan hanya untuk memuaskan lidah sesaat.
Masya Allah luar biasa dalam Islam mengatur tatanan hidup kita bahkan untuk urusan perut pun tidak bisa kita seenak-enaknya kantong.

#Day 25
#30DWC
#Jilid 6
#SQUAD 6

09 Juni, 2017

Ukhuwah Fillah Part 2

Ternyata yang akan di lakukan Uqbah Bin Abi Mu'ith adalah mencekik leher Rasulullah saw, dia langsung arahkan tangannya ke leher Rasulullah saw, yang sedang shalat hingga Nabi susah bernafas karena kuatnya cekikan dari uqbah yang bertubuh kekar, Rasulullah tersungkur seketika , tidak berdaya tidak kuasa menahan kuatnya cekikan Uqbah.

Nabi Saw, tidak sempat mengelak karna tidak menduga ada orang yang tega melakukan perbuatan sejahat itu kepadanya ketika sedang shalat.

mengapa 'Uqbah sampai  berbuat seperti, padahal 'uqbah adalah sosok yang sempat bersyahadat kepada Rasulullah ketika 'Uqbah ingin melayani Rasulullah tapi Rasulullah menolak karna 'Uqbah bukan lah seorang Muslim, maka seketika itu 'Uqbah bersyahadat,.

Nah, disinilah letak permasalahannya, abu Jahal sang sahabat 'Uqbah begitu mengetahui hal ini mengkecamnya dan langsung berkata kepada 'Uqbah,
"Sungguh haram wajahku bertemu wajahmu dan haram ucapanku bertemu dengan ucapanmu sampai engkau berani meludahi wajah Rasulullah".

'Uqbah langsung melakukan apa yang katakan Abu Jahal karna takutnya pada Abu Jahal, Hingga turun Qs. Al-Furqon : 27-29

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dzhalim menggigit dua tangannya , seraya berkata, Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersam-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dulu tidak menjadikan Fulan itu sebagai teman akrab (ku) . Sungguh dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an saat Al-Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia ".

Apalagi 'Uqbah bukan hanya sekali melakukan teror kejahatan terhadap Rasulullah saw, suatu ketika Rasulullah saw, lagi-lagi sedang shalat, sementara Abu Jahal dan rekan-rekannya sedang duduk. Salah satu diantara mereka berkata , "siapa diantara kalian yang akan membawa kotoran unta Bani fulan, lalu menumpahkan ke punggung Muhammad saat dia sedang sujud ?"

'Uqbah bin Abi Mu'ith , sosok angker diantara mereka bangkit dari duduknya saaat mendengar itu. Dia membawa kotoran unta sambil memerhatikan gerak gerik Rasulullah saw. Ketika Nabi SAW, dalam posisi sujud, dia menumpahkan kotoran teersebut di atas punggung beliau, diantara dua bahunya. Kotoran itu cukup banyak sehingga Rasulullah SAW, tidak bisa bangkit dari sujudnya.

Mereka lalu tertawa  dan mencolek satu sama lain sambil memiringkan tubuhnya, sedang Rasulullah SAW, masih dalam posisi sujud.

Kemudian Fathimah sang putri tercinta yang mendengar berita itu, datang menemui ayahnya, seketika dia menangis melihat ayahnya penuh dengan kotoran unta, Fathimah lantas membersihkan kotoran unta tersebut hingga Nabi SAW, bisa bangkit dari sujudnya.

Sang Ayahanda mengetahui anaknya menangis, berkata dengan lembut.
"Jangan menangis, wahai putriku. Sungguh Allah akam menolong Ayahandamu ".

Rasulullah Saw, lalu berdoa , " Ya Allah, hukumlah orang-orang Quraisy ini ".  
Akhirnya dalam perang Badar 'Uqbah menemui ajalnya.

Begitulah akhir nasib kita jika salah dalam memilih teman, begitulah penyesalan kita jika salah dalam bergaul, jika kita berteman bukan karenaNya, padahal ibaratnya kaki kita sebelah sudah ada di syurga tapi karena berteman dengan si Fulan maka sebelah kaki kita ada di neraka, dan yang di khawatirkan jika akhirnya dua-duanya kaki kita berada di neraka Naudzubillahimindzalik.

#day24
#30DWC#Jilid6
#Squad 6

08 Juni, 2017

Ukhuwah Fillah

Ukhuwah, seringkali kata ukhuwah itu dianggap sepele, angin lalu, apalagi jika di tambah ukhuwah fillah, yah dianggap kita udah berteman gak kelahi, gak bentrok udah sahabat deehh.. gak usah ribet pake istilah  ukhuwah fillah.

Heeey… jangan salah, bersaudara karena Allah itu penting, niat kita ingin menjadikan dia saudara itu karna apa ? jangan sampai hanya karena dia cantik misalnya , atau kaya atau pintar.

Sia-sia berteman bersaudara kalau bukan karena Allah swt, seperti apa sih?

Bersaudara dengan niat karna Allah swt, kita bersaudara dengan si Fulanah karena ingin lebih baik, ingin lebih dekat dengan Rabb, karena si Fulanah itu sosok yang sholehah, harus kita mencari teman yang sholehah agar selamat bukan hanya akhirat saja tapi dunia kita pun juga.

Mari kita lihat kisah sosok Quraisy di zaman Rasulullah, Uqbah Bin Abi Mu’ith, dia sebenarnya sudah mulai tersentuh hatinya dengan dakwah Rasulullah saw, tapi karena dia bersahabat dengan orang paling jahat terhadap perjuangan dakwah nabi yaitu Abu Jahal maka dia tidak pernah merasakan manisnya iman.
Pada suatu hari Nabi Muhammad saw, sedang shalat di Masjid Al- Haram. Dari kejauhan terlihat Uqbah bin Abi Mu’ith datang menuju mesjid. Penuh dengan kebencian, langklahnya tergesa-gesa…

Apa yang hendak Uqbah bin Abi Mu’ith lakukan ?

Bersabar esok hari yaaa…
Waktu istirahat telah tiba… pengen menulis tuntas tapi khawatir waktu untuk yang terdzholimi hehehhe

#day 23
#30DWC#Jilid 6
#Squad 6

Belajar dari Batu

Keutamaan menuntut ilmu, aku dapat pelajaran dari materi yang aku ingin sampaikan esok di depan ade-ade SMP Patra Darma, dari kisah seorang ulama luar biasa bernama Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Nama asli beliau ada yang menyebutnya Ahmad ada juga yang menyebutnya Zaid, yang pasti nama Ibnu Hajar itu bukan nama beliau dan juga bukan nama ayah beliau.
Itu adalah nama pena beliau, yang beliau ingin mengenang dan mengajarkan kepada kita pelajaran penting dari Hajar ( batu ).

Ibnu Hajar kecil dianggap tidak bias mengikuti pelajaran di sekolah, jika sampai di sekolah dan masuk ke dalam kelas beliau sangat setres dan sangat tidak enjoy mengikuti pelajaran, menghafal dll, hingga pada suatu hari, beliau keluar dari kelas meninggalkan kegiatan pembelajaran, pergi jauh ingin menenangkan hatinya, Qadarullah, hujan turun , Ibnu Hajar melihat sebuah Gua dan masuklah beliau didalamnya untuk berteduh, diam didalam hingga hujan reda, ketika hujan reda, beliau mendengar suara tetes-tetes hujan satu-satu , didatangi tempat itu, dia melihat batu yang bolong karna tetesan hujan, Ibnu Hajar tertegun, dia merenungkan apa yang baru saja dia lihat, batu yang keras bias kalah hanya dengan tetesan air hujan ?

Akhirnya beliau kembali ke sekolah dan mencari Gurunya untuk mendiskusikan kejadian itu, apa kata Gurunya ?

“seperti itulah nak..  jika Allah berkehendak,dengan ketentuannya apa saja bias terjadi,batu yang keras saja bias bolong, apalagi otak kita yang gak keras “

Sejak itu Ibnu Hajar Al-Asqalani belajar dengan giat hingga akhirnya beliau berhasil hafal Al-Qur’an dan ribuan hadits, serta menciptakan bebebrapa buku yang kita kenal hingga kini seperti Kitab Fathul Bari dan Bulughul Maram.

Pelajaran berharga buat diri pribadi saya, ketika dalam Al-Qur’an pun di Surah At-taubah ayat 122, kita di perintahkan untuk menuntut ilmu, dan jika kita mengalami hambatan maka di berikan solusi dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 282.

Masya Allah, al-Qur’an benar-benar petunjuk yang tidak ada keraguan di dalamnya.

Astaghfirullah al’adziem, semoga Allah mengampuni kekhilafan saya dan memberi petunjuk kepada saya atas kesalahan dalam penulisan.

#day22
#30DWC#Jilid6
#Squad 6

06 Juni, 2017

Belajar dan mengajar

Telah terlewat satu tugas, pesantren kilat ade-ade Aliyah dan Mts, banyak sekali yang menohok hatiku di semua materi yang ku bawakan,
.Ya Rabbana,,, inilah berkah dan hikmah amanah ini di berikan padaku, materi-materi yang keluar dari lisanku terasa seperti sentilan-sentilan halus untuk diriku.

Ku serahkan semua pada Dzat yang Maha berkehendak untuk setiap ilmu yang tersampaikan apakah masuk di hati mereka atau tidak ?

Ku serahkan semua kelemahan ini padaNya agar aku di kuatkan dan dimudahkan mengucapkan semua kata-kata yang sesungguhnya lidah ini kelu, tapi karna aku ,kita ingin lebih baik ku coba belajar bersama kalian dengan Bismillah…

Esok… tantangannya lebih dari yang kemarin, inilah kenapa kita sebagai pendakwah harus memiliki sifat Al-Insyirah dalam menjalankan dakwah ini, setelah aku ingin tarik nafas karna hari ini penutupan Peskil Annisa, ternyata esok harus terjun lagi untuk tantangan selanjutnya.

Maka sungguh Qs. Al-Insyirah ayat 7-8 ini sangat memotivasi untuk segera bangkit kembali,

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)”,
“Dan hanya kepada Tuhanmu lah engkau berharap “,

Allah swt, memberi kesempatan, maka kenapa harus mundur dan membalik ?

Ayo laah teman-teman langkah kan kaki kita, dah hanya kepadaNya kita berharap.

#day 21
#30 DWC#Jilid6
#squad6

05 Juni, 2017

Lemah Lembutlah padanya

Ketika kami lagi mengikuti acara di kota (sebab tempat kami desa heheheh ) tiba-tiba hujan turun, padahal sejak pagi matahari terik banget, teman di sampingku buru-buru mengeluarkan handphone nya, rupanya dia menelpon ibunya untuk minta tolong mengangkat jemurannya.

Aku bengong, rumah dia dan rumah ibunya bukan ukuran dekat bagi seorang ibu yang sudah memiliki cucu puluhan itu, di pikiranku terbayang sosok tua itu melangkah cepat menuju rumah anaknya yang berjarak 20m dari rumahnya, dalam kondisi hujan sudah mulai menderas.

Aku menepuk bahu temanku,

“ hey, kok bisa kamu menyuruh ibu mu mengangkatkan jemuranmu ?

“ iya nah, sayang betul kalau gak diangkat karena pasti sudah kering jemuranku sejak pagi ku jemur”,

“ Teganya kamu”,

Aku nyaris marah, tapi, dia bukan kanak-kanak lagi.

Bagaimana bisa dia berkata sayang pada jemurannya, dan tidak memikirkan orang tuanya ?

Bisa jadi orangtua ikhlas aja, tapi bagaimana dengan yang memiliki orangtua kita, Dzat yang Maha Pengasih ?

Dalam QS. Luqman ayat 14
Dalam Qs. Al-ahqaf ayat 15

“ Dan kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya…

Di gunakan kata wasiat, padahal jika kita mendengar kata wasiat pasti identik dengan pesan-pesan orang yang sedang menghadapi kematian,
Tapi Kenapa diawali dengan kata wasiat? karna wasiat itu pesan yang kuat, yang tidak bisa di anggap sepeleh, dan bukan hal sepeleh sehingga Allah swt, berwasiat kepada kita, kepada manusia.

panjang banget kalau mau bahas birrul walidain, tapi intinya berlemah lembut lah pada orang tua mu sebagaiman mereka memperlakukan kita dengan sebaik-baik perlakuan hingga kita dewasa.

Aaaaahhh…. Jadi mewek…

Day 20
#30DWC#Jilid6
Squad 6

04 Juni, 2017

Nasehat Luqman Al-Hakim

Kasus – kasus ini mengingatkanku pada perkataan Luqman Al-hakim :

Luqman Al-Hakim berkata kepada anaknya..
 
"Wahai anakku ada tiga hal yang tidak dapat diketahui kecuali pada tiga keadaan : (1) Tidaklah diketahui orang itu lembut kecuali pada saat marah, (2) Tidaklah diketahui orang itu pemberani kecuali pada saat perang berkecamuk, dan (3) Tidaklah diketahui orang itu sebagai sahabat sejati kecuali pada saat membutuhkan."

Al-Adab Asy-Syar'iyyah : 3/ 534

Kasus Pertama ;

Seorang Ibu mengeluhkan sikap menantunya yang gampang sekali memarahi anaknya,
“ Padahal saya memilihnya sebagai menantu karna dia begitu lembut, bertutur kata sopan dan aku belum pernah melihatnya marah, tapi kok ternyata setelah menikah dan memiliki anak malah kebalikannya ? sebagai nenek aku gak rela cucu ku di marahin di depan mataku hanya karena perkara sepeleh “ tuturnya sedih dengan nada menyesal.

Kasus Kedua ;

Banyak yang menyesali sikap diamnya terhadap kasus-kasus yang dialami umat islam, padahal beliau adalah harapan umat islam ketika pemilu memenangkannya, karena sikap keberaniannya dalam mengambil keputusan dan mengeluarkan kritikan tajam terhadap sesuatu yang tidak berkenan di hatinya,
Tapi kini ? ada apa dengan keberaniannya ? dimana salahnya harapan kami ? dan maafkan jika sempat tercetus kata-kata Pengecut dari lisan kami, ah… sungguh, ini hanya kami tidak tahu.

Kasus Ketiga ;

Kecewa , tinggal satu kata itu yang terucap, sebelum dia berlalu dari hadapan sahabat nya dan mengadu padaku,
“Aku butuh padanya dan dia mengabaikanku, tidakkah dia ingat ? bagaimana suka duka kami bersama ?

So, intinya. Hati-hati dengan penilaianmu yang sekejap, jangan berharap pada manusia yang ada pemiliknya, berharaplah pada Sang Maha Penguasa.

#Day 19
#30DWC
#Jilid 6
#SQUAD 6

03 Juni, 2017

Pria Sejati Dan Tangis Wanitamu

Aku gak pernah tahu, dia sedang bahagia atau terluka, raut wajah temanku ini selalu sama, dengan senyum tulusnya, pun ketika dia sedang dapat ujian, aku menangis dan dia tersenyum, aku kerusuhan, dia santai aja menghadapi harinya.

Hingga suatu hari , tangisnya pecah dihadapanku, sikap yang tak pernah ku duga sampai aku tak tau harus merespon dengan apa.

“ Dia, mengkhianatiku lagi, ujarnya dalam isak..

“  Kesalahan yang aku telah ikhlas memaafkan, kenapa harus terulang ? tanyanya padaku..

Aku diam , sibuk dalam pikiranku, kemana saja hatimu selama ini kawan ? hati mu yang tergambar lewat senyumanmu itu apakah bukan yang sesungguhnya ? kenapa hari ini ada tangismu?

Pertanyaan yang dia ajukan padaku belum sempat ku jawab, dia lanjutkan dengan berlembar-lembar kisah perjalanan rumah tangganya, aku terperangah, tak sanggup berkata-kata, kamu benar-benar wanita tangguh kawan.

Kalaupun hari ini harus mengungkapkannya dengan tangisan kekecewaanmu, itu tak mengurangi ketegaranmu ketangguhanmu melawan kencangnya ombak yang menimpa perahu layarmu yang susah payah kau pertahankan agar terus berlabuh mencapai tujuan sakinah mawaddah wa rahmah.

Wahai Pria tak kan pernah kau dapat dikatakan sejati jika masih melukai hati wanita mu, jika masih membuatnya menangis..

Camkan itu !!!!!!

#EMOSI

#day 18
#30DWC#Jilid6
#Squad 6


02 Juni, 2017

Menikah dan tangisnya



Menikah itu bukan perkara mudah, kamu akan berhadapan dengan keluarga besar suami yang bisa jadi 100% beda jauh dengan gaya hidup keluarga kita yang sudah kita hapal sejak lahir, kamu akan menghadapi teror dari orang tua dan saudara kita sendiri karena tidak terima dengan gaya hidup mereka yang dikhawatirkan akan tertular ke anaknya atau saudaranya, dan juga tuntutan dari keluarga suami yang membutuhkan suamimu, jika bukan karena iman maka perpisahanlah yang terjadi, Naudzubillahimindzalik.

Maka ketika ku melihatnya menangis, bukan karena tak cinta, bukan karena tak terima keluarga suaminya, tapi karena , bagaimana cara dia menghadapi masalah-masalah yang muncul tanpa ada yang tersakiti, kau terlihat sangat lemah, tangismu adalah tangis kita, benci hanya bisa menyaksikan tangismu, tangis yang kau sembunyikan sekian tahun.

Setres, ketika orang tua maunya seperti ini, wajar karena dia anaknya,dan mertua maunya begini, wajar karena dia yang memiliki anak laki-laki, suami, dan kita tidak ingin salah satu dari mereka tersakiti. 

Di sini, peran saudara sangat di butuhkan, sebagai penguat, sebagai pendukung,dan sebagai penengah bukan sebagai provokator atau pun perusuh.

Jika orang tua bisa ikhlas sedikit, kalau anak perempuan setelah menikah bukanlah miliknya lagi, maka tak ada setres yang dialami si anak perempuan, tidak ada luka yang tertoreh di hati ibu.

Ikhlaskanlah anak perempuanmu bahagia ibu,,, karena berpisah denganmu  saja sudah duka ibu, berusaha ikhlas ikut pada lelaki yang kau terima lamarannya, apalagi jika harus berdebat denganmu? bahkan Naudzubillahimindzalik sampai keluar kata- kata , kamu durhaka

Anak kadang bimbang ini karena di sayang atau tidak?

Sementara sang ibu koar-koar mengatakan bahwa dia lakukan ini semua karena sayang.. sementara anak tak merasakan ada sayang karena luka.

Duhay… bi idznillah… suatu hari aku juga akan menjadi ibu dan mertua,
Bisakah aku melepas begitu saja anak perempuanku, karena lelaki yang menjadi suaminya adalah hak ibunya ? dan anakku adalah milik suaminya ?

Lalu, dasar apa yang menyatakan istri milik suami dan suami milik ibunya?
 
Dari Aisyah r.a, ia berkata, saya berkata kepada Rasulullah SAW,"Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling besar haknya kepada seorang perempuan/istri? Beliau menjawab,"Suaminya." Aku berkata,"Dan siapakah manusia yang paling berhak terhadap seorang laki-laki/suami? Beliau menjawab,"Ibunya."
(Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i, Al-Hakim, dan Imam Al-Bazzar) 

 semoga Allah membimbingku selalu berada di jalan yang lurus, Allahumma Aaamiin…

Eeeh… by the way.. saya bukan nakut- nakutin loh yaaa… khawatir pula guardian kami tersayang jadi takut nikah… ehemmm…
Tapi… karena menikah, yang dibutuhkan siap mental,kuat iman,
Setelah oke… menikahlah… jalanilah takdir bersama, wah indah kok… indah banget… jika semua karna Allah swt.

*apalagi bakal dapat hadiah sprei… apalagi yang malam ini makan martabak mertua... hehehe.. yang faham hanya penghuni Squad 6 yang the best.

#day 17
#30DWC
#JILID 6
#SQUAD 6