15 Juni, 2017

Pesantren Ramadhan, 30 DWC dan aku

Detik-detik akhir Ramadhan mulai menyapa…

Pesantren Ramadhan

Duhai.. aku masih sibuk hilir mudik dari satu sekolah ke sekolah yang lain, menghabiskan waktu lebih banyak di jalan, karena dari rumah menuju ke tempat Pesantren Ramadhan menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam, lebih banyakan di mobil dari pada di tempat kegiatan.
Tapi, satu hal yang aku patut syukurkan, Alhamdulillah, aku punya tim yang solid, yang kompak dan gak ngeyel, padahal tidak mudah mendadak di tugaskan atau tiba-tiba harus berganti materi, padahal hitungan jam tinggal beberapa jelang kegiatan di mulai.
Saya sebagai Pj. Mendadak tanpa di angkat hehehehe murni karna khawatir teman-teman bingung seringkali terpaksa membuat keputusan mendadak, mengganggu aktivitas teman dengan deringan telpon ku yang tak putus asa terus memanggil jika gak di angkat-angkat, dan akhirnya aku merasa khilafku selama Pesantern ramadhan ini pastilah banyak, khawatir sangat ada kata-kata yang menyakiti atau menghadirkan rasa yang tidak enak di hati teman-teman, maafkan yaaa akhawati fillah… apalagi diriku banyak candanya… maybe sampe kebablasan dan aku gak sadar, Astaghfirullah…

Satu poin untuk evaluasi pesantren Ramadhan tahun ini,

Betapa persiapan itu sangatlah penting, so, mari kita bebenah untuk ke depannya jika Allah masih beri kesempatan, agar ada hasil yang lebih maksimal.

Ilalliqo’ akhawati Fillah… mari terus melangkah merebut ridho Ilahi, karena perjalanan kita tak berhenti di hari ini, di berakhirnya Rangkaian kegiatan Ramadhan.
Akhirul kalam.. Jazaakumullahu Khairan Jazaa untuk kebaikan, keikhlasan, dan kelapangan hati teman-teman selama tugas ini diamanahkan Allah kepada kita, semoga bernilai pahala dan diRidhoNya.

30 dWC
Bersamaan berakhirnya Tugas pesantren ramadhan di Kamis, 15 Juni 2017, aku tertatih mengikuti gerak laju teman-teman groupku yanga keren-keren, berapa kali tulisan ini menjadi hutang, berapa kali aku menulis sambil tertidur dan terbangun menatap layar kemudian tertidur lagi.

Ini pengalaman pertama ku bergabung, dan sungguh ada cerita indah, ada kenangan manis dan ada ukhuwah yang terjalin, inilah motivasi yang membuatku bertahan hingga 30 hari terlewati, meski aku di uji dengan hp yang error padahal hp adalah pusat informasi, Alhamdulillah Allah beri kemudahan di sisi lain.

Squad 6 meninggalkan cerita yang panjang, membekas tawa ceria , menghadirkan sedih ketika ada kotak-kotak merah berujung tulisan droupout.
Kita terus bertahan, terseok menghindari kotak kuning, orange apalagi merah lebih horror jika berakhir hitam. Tapi sesekali tetap mentok dan akhirnya kena juga.
Percakapan-percakapan ringan dari tulisan sampai pencarian jodoh, dari pisang ijo sampai menu buka, lambat buka wa akan hadir berapa puluh chat, oooh… aku tertinggal, dan akhirnya hanya mampu komen chat terakhir.

Teman-teman manis kaya gula merah asli dari Sulawesi, persaudaraan ini tak ada apalagi saya yang berharap berakhir, aku sudah minta permohonan kalo pun harus paling gak sampe Jofish-Jofish group apalagi Guardian kami menikah, atau sampe anak-anak kami menikah hehehehe…

Harapan akhir, semoga akan menjadi lebih baik ke depannya, menjadi yang terbaik… sampai bertemu di JannahNya.

#day 30
#30 DWC
#Jilid 6
#Squad 6