05 Juni, 2017

Lemah Lembutlah padanya

Ketika kami lagi mengikuti acara di kota (sebab tempat kami desa heheheh ) tiba-tiba hujan turun, padahal sejak pagi matahari terik banget, teman di sampingku buru-buru mengeluarkan handphone nya, rupanya dia menelpon ibunya untuk minta tolong mengangkat jemurannya.

Aku bengong, rumah dia dan rumah ibunya bukan ukuran dekat bagi seorang ibu yang sudah memiliki cucu puluhan itu, di pikiranku terbayang sosok tua itu melangkah cepat menuju rumah anaknya yang berjarak 20m dari rumahnya, dalam kondisi hujan sudah mulai menderas.

Aku menepuk bahu temanku,

“ hey, kok bisa kamu menyuruh ibu mu mengangkatkan jemuranmu ?

“ iya nah, sayang betul kalau gak diangkat karena pasti sudah kering jemuranku sejak pagi ku jemur”,

“ Teganya kamu”,

Aku nyaris marah, tapi, dia bukan kanak-kanak lagi.

Bagaimana bisa dia berkata sayang pada jemurannya, dan tidak memikirkan orang tuanya ?

Bisa jadi orangtua ikhlas aja, tapi bagaimana dengan yang memiliki orangtua kita, Dzat yang Maha Pengasih ?

Dalam QS. Luqman ayat 14
Dalam Qs. Al-ahqaf ayat 15

“ Dan kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya…

Di gunakan kata wasiat, padahal jika kita mendengar kata wasiat pasti identik dengan pesan-pesan orang yang sedang menghadapi kematian,
Tapi Kenapa diawali dengan kata wasiat? karna wasiat itu pesan yang kuat, yang tidak bisa di anggap sepeleh, dan bukan hal sepeleh sehingga Allah swt, berwasiat kepada kita, kepada manusia.

panjang banget kalau mau bahas birrul walidain, tapi intinya berlemah lembut lah pada orang tua mu sebagaiman mereka memperlakukan kita dengan sebaik-baik perlakuan hingga kita dewasa.

Aaaaahhh…. Jadi mewek…

Day 20
#30DWC#Jilid6
Squad 6