Food dan fashion itu 2 hal yang sangat melekat sama manusia, menjadi gaya hidup, dan jika menyorot ke Food atau makanan maka di Indonesia kita mendengar orang menyebutnya Kuliner.
Dan beberapa tahun ini kata kuliner menjadi trend dari kalangan anak muda sampai jompo, bahkan ada istilah wisata kuliner, rasanya ketinggalan zaman banget jika gak pernah gabung sama-sama teman untuk merasakannya.
Tapi sebenarnya apa sih pengertian kuliner itu sendiri ?
Kuliner adalah hasil olahan yang berupa masakan. Masakan tersebut berupa lauk pauk, makanan (penganan), dan minuman. Karena setiap daerah memiliki cita rasa tersendiri, maka tak heran jika setiap daerah memiliki tradisi kuliner yang berbeda – beda. Kuliner merupakan sebuah gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan. Karena setiap orang memerlukan makanan yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Mulai dari makanan yang sederhana hingga makanan yang berkelas tinggi dan mewah. Semua itu, membutuhkan pengolahan yang serba enak.
Sedangkan wisata kuliner sendiri adalah kegiatan yang dilakukan banyak orang dalam bidang kebutuhan makanan, untuk hiburan.
Maka jika kuliner makanannya
Wisata kuliner adalah sebutan untuk tempat menyantap hidangan dalam rangka untuk menghibur diri.
Dengan alasan hiburan ini lah orang-orang berbondong-bondong keluar dari rumah untuk menikmati wisata kuliner, di restaurant, pinggir jalan atau jika di Balikpapan, sekitar lapangan merdeka dihari sabtu dan ahad akan kita temukan ratusan penjual dan dominan penjual makanan.
Orang-orang yang butuh hiburan setelah olah raga ringan, jalan santai, car free day atau jogging, kembali akan menimbun lemak yang 30% terbakar dan akan meningkat setelah mereka melakukan ritual yang mereka sebut wisata kuliner, mereka menggelar karpet dan menikmati berbagai jenis makanan yang tersedia.
Sehatkah makanan-makanan tersebut ? Allahualam, sehat tidak sehat nya makanan tersebut mereka sedikit mengabaikan karena bagi mereka kebersamaan dengan keluarga setelah 5 hari dibebani urusan pekerjaan adalah yang lebih utama.
Dari obrolan singkat bersama beberapa teman, mereka menyinggung, kenapa Turki bisa berkembang? Karena di negaranya peradaban-peradaban islam yang terlihat, sedangkan di Indonesia khususnya meski kebanyakan warga nya adalah orang-orang islam tapi yang tergambar yang terlihat di sekeliling kita sangat jauh dari peradaban islam, dominan adalah Kuliner-kuliner yang berjajar sepanjang jalan.
Tergambar jelas bahwa mereka lebih peduli dengan perut daripada kebangkitan islam itu sendiri.
Coba kita pikirkan … sisi negative lain dari wisata kuliner khususnya di pinggir jalan atau lapangan merdeka yang sering saya saksikan.
kalian makan dengan tertawa bahagia, hidangan menumpuk di depan mata, adakah kita pernah memikirkan ada satu dua orang yang melintas dengan perut melilit menahan rasa lapar menatap kebahagiaan kita, kemudian kalian bangkit dari pesta kecil kalian meninggalkan sisa makanan yang tak sanggup kalian habiskan bersama sampah-sampah kotor yang berserakan teronggok tanpa satupun dari kalian peduli pada sampah-sampah tersebut, dari kejauhan sekelompok orang lapar menyerbu sisa makanan yang jauh dari kata steril lagi.
Miris, sedih…
Maka saudaraku, silahkan anda berbahagia dengan wisata kuliner kalian, dengan kuliner-kuliner yang memanjakan lidah, tapi ingat, kembali lah pada fitrah , jangan abaikan adab agar kita sehat dan bahagia rohani dan jasmani.
Karena dalam Al-Qur’an di sebutkan khusus dalam Qs. Al-A’raf ayat 31,
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ
“Makanlah dan minumlah, namun jangan berlebih-lebihan.”
Kenapa jangan berlebihan ?
Karena jika kita terlalu kenyang, akan timbul rasa malas, mengantuk dan akhirnya lalai dari banyak hal.
Jangan berlebihan, karena masih banyak yang butuh dari uang yang ratusan ribu kalian keluarkan hanya untuk memuaskan lidah sesaat.
Masya Allah luar biasa dalam Islam mengatur tatanan hidup kita bahkan untuk urusan perut pun tidak bisa kita seenak-enaknya kantong.
#Day 25
#30DWC
#Jilid 6
#SQUAD 6