Balikpapan kota kelahiranku, kota yang aku setelah besar baru mengetahui jika tak ada bahasa daerah khusus seperti halnya jawa atau makassar, kotaku sangat istimewa, karena semua bahasa ada, aku pernah berpuluh kali berganti tetangga dengan suku yang berbeda-beda, membuat kami sedikit tak asing dengan suku-suku di indonesia negaraku yg betapa ingin ku mencintainya akhir-akhir ini.
Ketika aku menikah yang kebetulan dapat suami yang juga lahir di kota Balikpapan, dan kami pindah ke kota Batam, kemudian memiliki tetangga-tetangga yang bebas berbahasa jika mungkin ada yang rahasia ingin di bicarakan atau merasa nyaman memakai bahasa sendiri dengan pasangannya, sedangkan kami mau pakai bahasa suku apa ? Kami di besarkan dengan bahasa indonesia walau dengan logat bahasa cenderung mengikut pada logat suku banjar yang orang-orangnya banyak berinteraksi dengan kami, tapi kami memiliki kosakata yang tidak di miliki kota-kota yang lain, seperti kata pang, dostep, pale, pujungan, itu nah dst.
Selain itu jika aku menyebut nama kotaku seringkali orang-orang menatap heran mendengar nama kota ku, hingga uncullah komentarn
,
"Kok di Balikpapan ? Itukan orang yg di kubur tinggalnya di balik papan,
ya Allah... horornya...
Atau
" Di balik papan ? Gak sakit apa ?
Makanan khas Kota ku di sebut amplang, aku sangat hafal jika keluarga-keluargaku berkunjung ke kota ku mesti pulang membawa makanan khas ini yg terbuat dari ikan, sehingga aku berpikir, jika makanan ringan dengan rasa ikan ini hanya ada di Balikpapan, tapi ternyata salah karena setelah aku menginjakkan kaki di Kota Batam aku menemukan makanan jenis ini hanya namanya yang berbeda.
Sebenarnya aku bukan orang yang terlalu peduli dengan kebudayaan kotaku, karna aku sudah sangat bahagia bisa bersama dengan orang-orang yang begitu ramah, dan menjadi begitu shock ketika aku yang sejak lahir tinggal di Balikpapan dan meninggalkan kotaku ini setelah menikah, kemudian bersatu dengan penduduk kota yang dengan santainya memaki antar sopir angkot atau antar suku, aku yang gak pernah mendapatkan hal itu di kota ku, gemetar di dalam angkot dan rasanya ingin lompat keluar segera, juga ketika hamil besar aku menyaksikan seorang laki-laki dengan membawa golok menyabet sesama sopir angkot di tempat umum yang dianggap saingannya, hal-hal yang membuat aku kangen sama kotaku yang Beriman.
Saling menghormati suku yang satu dengan suku yang lainnya, serta saling menghormati antar agama masing-masing itulah yang aku dapati di kotaku, kota yang in syaa Allah jauh dari konflik.
Sangking tidak peduli nya, aku bingung ketika pulang kampung berapa thn yang lalu, gambar beruang madu byk menghiasi kotaku, bahkan ada tempat wisata beruang madu, ini maksudnya apa ? Oaalaahh ternyata beruang madu adalah maskot kota kami.
Sedikit Copas dari wikipedia tentang kotaku tercinta Balikpapan.
Balikpapan merupakan sebuah kota di Kalimantan Timur, Indonesia. Balikpapan memiliki penduduk sebanyak 701.066 jiwa, yang merupakan 22 % dari keseluruhan penduduk Kaltim. Balikpapan merupakan kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia. Logo dari kota yang sering disebut Kota Minyak (Banua Patra) dan Bumi Manuntung ini adalah beruang madu, maskot Balikpapan yang mulai di ambang kepunahan. Nama asli Balikpapan adalah Billipapan atau Balikkappan (logat Banjar).
#days 29
#30DWC
#Jilid 6
#Squad 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar