24 Mei, 2017

AKU DAN ANAKKU



“ Bunda.. ternyata bukan pakai baju yang itu ”, Abang sulung datang dari musholla melaporkan info baru sambil menunjuk baju yang sudah disiapkan sejak semalam,

“ Loh? Kata bunda kemaren apa? Baaaang pastikan memang, apa bener seragam yang mau di pakai?

“ Sudah bener bunda tapi tadi setelah shalat shubuh tiba-tiba di umumkan kalau diganti… 

Perpisahan dengan kakak kelas 6 tahun ini anak-anak terlibat dalam tampilan di panggung, sejak kemaren sudah sibuk mempersiapkan pakaiannya, apalagi abang kedua yang agak rada-rada serius plus gak mau banget ada yang salah, 

Teringat percakapan semalam,

“ Bunda jangan lupa loh kita bawa kue 5 jenis, kue apa ya bunda ? “ abang kedua mengingatkan 

Spontan dengan isengnya saya jawab “ oh gampang tinggal bawa biskuit “ saya pun menyebutkan nama-nama biskuit yang sudah familiar di rumah karna saya anggap lumayan aman untuk di sediakan di rumah.

“ Haaaahhh… bukan itu bunda… tapi kue yang ada air-airnya…” abang kedua nampaknya kaget dengan jawaban bundanya, abang sulung hanya senyum-senyum sudah tahu gaya bundanya,

“ Oh kue basah, apa yaaa ? (pura-pura mikir sambil melirik kearah pisang sanggar yang siap di olah ) hmmm…  bawa pisang goreng aja..”

“ Tapi kan harus 5 jenis bunda,,,” abang kedua mulai gelisah dan protes khawatir bundanya serius…

“ Loh pisang itu nanti kita rebus, goreng, bakar, di kolak trus satu lagi di lempeng (jenis olahan entah asalnya dari mana ), jadi 5 jenis kan ? “ Abang sulung spontan ngakak, abang kedua nyengir

Akhirnya abang kedua mendatangi ayahnya, 

“ Yah… kue untuk besok bisa dibeli malam ini gak?”,  asli khawatir deh dia dengan keisengan bunda nya kalo keesokan paginya buat pisang goreng beneran, 

“ Basi dong nak kalo beli malam ini “, jawab sang ayah…

 “ Hannan.. bunda tuh becanda…” Abang sulung menenangkan

Ternyata punya anak dengan karakter yang berbeda-beda itu seru, bercanda bersama mereka adalah bahagia.

#Day 9
#30DWC#JILID6#SQUAD6

Masihkah kita Butuh Piknik?



Lagi nyari-nyari ide untuk menulis, aku putar ceramah dari sosok luar biasa Allahuyarham pendiri Pesantren kami, aku tertegun pada perkataan beliau yang kurang lebih seperti ini ,

jika orang islam ini sudah menerima agamanya secara benar dan sudah dilaksanakan maka  tidak lagi kita butuh hiburan, karna apa yang mau di hibur?tidak ada lagi susah, orang yang butuh hiburan itu hanya orang yang gelisah, orang yang resah, yang tidak enak tidurnya, tidak nyaman makannya, yang kelihatan istrinya jelek melulu sebab rumah tangganya gersang, itu yang mau di hibur”.

Saya jadi teringat dengan kata-kata kurang piknik yang viral di dunia medsos, kurang piknik atau kurang ngaji ya ? karna coba kita lihat orang-orang kaya yang tidak beriman, hampir 70% hartanya habis untuk food, fun, fashion, toko-toko yang berjejer rata-rata untuk kepuasaan duniawi, gaya hidup, padahal semakin habis waktunya untuk kesia-siaan semakin resah hatinya, semakin gersang jiwanya, besok datang lagi ke tempat-tempat yang menarik hatinya, mungkin ada hal baru yang memuaskan jiwanya, di habiskan lah hartanya untuk semua itu, tapi tetap saja sama yang dia rasa, akhirnya di coba yang lebih menantang , yaitu bermaksiat, ternyata lagi-lagi bukannya bahagia yang di dapat tapi kehancuran yang terjadi, istri atau suami marah, cinta sucinya terkhianati, anak-anak yang menjadi korban lebih parah hancurnya jika tidak cepat di selamatkan, hilang rasa hormatnya pada orang tua yang dia banggakan selama ini, bergaullah mereka pada teman-teman yang dengan senang hati memanfaatkan korban-korban pemuas nafsu duniawi, dan disinilah awal dari kehancuran negri ini, ketika lahir sosok-sosok yang tak tersentuh oleh agama kemudian tiba-tiba jadi penguasa, membalas semua luka hatinya dengan berkuasa sesuai keinginan hatinya, dimana ujung semua ini ?

Inilah akibat jika Allah swt, di tempatkan tidak di no. 1, tidak di tempat kan pada sesuatu yang di butuhkan, so, bawaannya galau, baper dan akhirnya mengalirlah kata-kata alay yang tidak bermanfaat, padahal ada Allah swt, selalu siap mendengar rintihan kita kapan pun, doa-doa panjang kita yang ketergantungan kita hanya padaNya, penghilang baper, galau apalagi patah hati, kenapa kita sering lalai ya ?

Tapi  bukan berarti dalam islam kita tidak di perbolehkan rekreasi, piknik ataupun rihlah namanya, karna islam sangat memperhatikan hal itu, selagi masih dalam konteks syariat, dan yang tidak di perbolehkan jika kita menghabiskan waktu dengan hiburanan yang tidak bermanfaat yang tidak menambah keimanan kita pada Rabb pemelihara alam ini.

Nabi saw. bercanda bersama para sahabat dalam suatu kesempatan untuk mengibur dan rehat diri. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: “Para sahabat bertanya; Wahai Rasulullah, Engkau bercanda dengan kami? Beliau menjawab: “Sesungguhnya saya tidak berkata kecuali kebenaran.” HR. Imam At-Tirmidzi, dia berkata: Hadits ini Hasan Sahih

Rasulullah saw. sebagai panutan umat manusia memberi contoh bagaimana memanfaatkan waktu untuk rehat dan berlibur. Aisyah ra. meriwayatkan bahwa ayahnya, Abu Bakar bertandang ke rumah Aisyah, ketika itu dua budak Aisyah sedang bermain perang-perangan, pada hari-hari Mina. Sedangkan Nabi mengintip perbuatan keduanya di balik bajunya. Abu Bakar melarang keduanya melakukan hal tersebut. Maka Nabi membuka bajunya seraya bersabda: “Biarkan keduanya wahai Abu Bakar, Karena ini adalah hari-hari raya. Itulah hari-hari Mina.”

Aisyah berkata: “Saya berada di belakang Nabi ketika saya melihat sekelompok orang-orang Habasyah  sedang bermain di masjid. Ketika itu sahabat Umar memarahi mereka. Maka Nabi bersabda: “Biarkan mereka. Mereka memberi rasa aman, mereka dari Bani Arfadah.” HR. Imam Bukhari

Akhirul kalam… terucap istighfar untuk segala kelalaian dan kedhoifan sebagai Hamba…
Lindungilah ya Rabbanaa kami dan anak keturunan kami dari fitnah dunia yang membutakan…

#DAY 8
#30DWC
#JILID 6
#SQUAD 6