Secangkir kopi menemani ku
mentuntasKan makalah2 yg entah diterima apa ga’ ma Dosen sangking telatnya..
Yg penting usaha dulu… tul g’?
Malam ini kudu nekat
begadang walo’ mata sdh kedip-kedip mulu ogah berhenti kaya PINGx BB klo lg BBM’an..
Anehnya kopi dah nabis
secangkir mata tetap pd pendiriannya..
Istiqomah persis kaya yang
pnya nie mata… ( harapku sie seperti itu ) amiiiiiiinnnnn
hhhmmmm… nie Kopi,menurutku rasanya
persis ky kita ‘njalani hidup.. manis2… pahit…
sudah fitrah yah?? proses
ntuk mandiri, mnjadi pribadi yg bijak kudu ngelewatin proses2 yg pahit2 dulu…
pahit awalnya kan manis pada
akhirnya…
trus.. kata slh seorg teman
nie… ‘’ko’ hidupku pahit mulu, manisnya blm kerasa???
Yeeee… lupa di seduh dgn
gula kali..
Maksudnya yeah gula itu rasa
syukur…
Klo g ada syukurnya yah
pahit forever tuh…
Coba deh kit abaca nie ayat…
وَإِذْتَأَذَّنَرَبُّكُمْلَئِنشَكَرْتُمْلأَزِيدَنَّكُمْوَلَئِنكَفَرْتُمْإِنَّعَذَابِيلَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala
Tuhanmu memaklumkan: `Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (Q.S 14:7)
masyaAllah.. nikmat-nikmat
yang seringkali kita jauhkan dari rasa syukur karena terlalu banyak memandang
susah setiap apa yang akan dihadapi pdhl, ayat tadi jelas2 memaparkan bahwa
Allah akan menambah nikmatNya,
klo bersyukur dengan istri
yg Allah berikan, nanti ditambah loooh.. kata seorang ustadz nie..wah kayanya
opini ini akan membuat para istri agak sedikit merinding, iya.. ya??? Klo masalah
poligami sie g ada sangkut pautnya dng ayat ini, itu mah takdir… semoga Allah
tidak mentakdirkanku untuk dipoligamiJ , amiiinnn… g’
nentang ayatnya loh ya… naudzubillah…Cuma belum siap.. J
lanjut ke hadits, juga tentang nikmat..
‘’Dua nikmat yang sering dan
disia-siakan oleh banyak orang: kesehatan dan kesempatan (Diriwayatkan oleh
Bukhari melalu Ibnu Abbas r.a.) .
Nikmat sehat sodara-sodara…
betapa luar biasa nikmatnya ketika kita sehat ( g’ kaya aku nih sambil ngetik juga
sambil menahan perih cz lg sakit mata ), poko’nya yg pasti udah taukan
nikmatnya sehat, panjang kalo’ mw dibahas, nikmat kesempatan??? Wah nikmat
ketika ada kesempatan mnjadi peserta workshop Murobbi kaya yang aku ikutin
kemaren, contoh nih… hehehe kayany sie kaya gini cthnya.. klo salah diralat ya…
luarbiasa mnambah ilmu, semangat berdakwah, keinginan ntuk lebih memperbaiki
diri, dlll deh…
Kalo’ pun ada masalah itu kan
wajar, pasti selalu ada tinggal bagaimana kita menyikapi, pandai2 mengolah
masalah… waaahhhh mantaffffff… pgnnya aku bias megolahnya jd donat…so nikmat
toh????
Setiap kesulitan pasti ada
kemudahan.. yakinilah.. klo g’ percaya sama2 buka Al-Qur’an QS.94:5-6, Janji Allah
pasti bener..
Ayat ini bener2 mmbuat kita
optimis.. trus buka2 juga tafsirx.. supaya bias lebih paham…
( catatan ini lebih khusus
ditujukan 4 my self )
... karena. sesungguhnya sesudah kesulitan
ada
kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan
ada kemudahan (QS 94: 5-6).
Maksudnya, sesungguhnya
bersama satu kesulitan
yang sama terdapat dua kemudahan yang berbeda. Maksud ini
dipahami dari bentuk redaksi ayat
di atas. Terlihat
bahwa kata al-ushr terulang dua
kali dan keduanya
dalam bentuk definitive (ma'rufah) yakni
menggunakan alif dan lam (al), sedangkan kata yusra juga terulang dua kali tetapi dalam bentuk
indefinitif, karena tidak menggunakan alif dan lam. Dalam kaidah
kebahasaan dikemukakan bahwa apabila
dalam suatu susunan terdapat dua
kata yang sama dan keduanya berbentuk definitif, maka keduanya bermakna sama
sedangkan bila keduanya berbentuk indefinitif, maka ia berbeda. karena
kata ini diulang sampai dua kali, dapat diambil makna bahwa Allah ingin memberi
penekanan atau penegasan tentang janjiNYA ini, bahwa setiap ada kesulitan Allah
memberikan kemudahan setelahnya, dan kemudahan yang tiada terhingga, bisa satu,
dua, sepuluh, 100,1000, dst...
Sambungan ayatnya juga
mantap tuh untuk disimak…
Next…
Setelah berpesan demikian,
kembali surat ini memberi petunjuk kepada
umat manusia agar bersungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu pekerjaan
walaupun baru saja
menyelesaikan pekerjaan yang lain, dengan menjadikan harapan senantiasa
hanya tertuju kepada Allah Swt.
Maka apabila kamu telah
selesai (dari suatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain
(QS 94: 7).
Kata faraghta terambil dan kata faragha
yang ditemukan dalam Al-Quran sebanyak
enam kali dengan
berbagai bentuk derivasinya.
Dari segi bahasa, kata tersebut berarti
kosong setelah sebelumnya penuh,
baik secara material
maupun imaterial. Seperti gelas
yang tadinya dipenuhi,
oleh air, kemudian diminum
atau tumpah sehingga
gelas itu menjadi kosong. Atau hati yang tadinya gundah
dipenuhi oleh ketakutan dan kesedihan,
kemudian plong, semua digambarkan dengan akar kata ini.
Perlu digarisbawahi bahwa
kata faragh tidak digunakan selain
pada kokosongan yang
didahului oleh kepenuhan, maupun
keluangan yang didahului oleh kesibukan.
Dari sini jelas bahwa kekosongan yang dimaksud
harus didahului oleh adanya sesuatu yang mengisi "wadah" kosong itu.
Seseorang yang telah memenuhi
waktunya dengan pekerjaan,
kemudian ia menyelesaikan pekerjaan
tersebut, maka jarak
waktu antara selesai pekerjaan pertama dan dimulainya pekerjaan
selanjutnya dinamai faragh.
Jika Anda berada dalam keluangan (faragh)
sedangkan sebelumnya Anda telah memenuhi waktu dengan kerja keras, maka itulah
yang dimaksud dengan fan-shab.
Kata fan-shab antara lain berarti berat, atau letih. Kata ini pada mulanya
berarti menegakkan sesuatu sampai nyata dan mantap, seperti halnya
gunung. Allah Swt. berfirman,
Apakah mereka tidak melihat unta bagaimana
diciptakan,
dan kepada langit bagaimana ditinggiikan,
dan kepada
gunung bagaimana ditegakkan sehingga
menjadi nyata (QS
88: 17-19).
Kalimat terakhir pada
terjemahan di atas
dijelaskan oleh Al-Quran dengan
kata yang berakar sama dengan fan-shab yaitu nushibat dalam kalimat Wa
ilal jibali kaifa
nushibat. Dari kata ini
juga dibentuk kata nashib atau "nasib" yang biasa
dipahami sebagai "bagian
tertentu yang diperoleh
dari kehidupan yang telah ditegakkan sehingga menjadi nyata, jelas, dan
sulit dielakkan".
Kini --setelah arti kosakata diuraikan--
dapatlah kita melihat beberapa
kemungkinan terjemahan ayat 7 dan
8 dari surat Alam Nasyrah di atas.
Apabila engkau telah berada dalam keluangan
(setelah tadinya engkau sibuk), maka (bersungguh-sungguhlah bekerja) sampai
engkau letih, atau tegakkanlah (suatu persoalan baru) sehingga menjadi nyata.
Ayat ini --seperti dikemukakan di atas-- tidak
memberi peluang kepada Anda untuk
menganggur sepanjang masih ada masa, karena begitu Anda
selesai dalam satu
kesibukan, Anda dituntut melakukan kesibukan
1ain yang meletihkan atau menghasilkan karya nyata,
guna mengukir nasib Anda.
Nabi Saw. menganjurkan
umatnya agar meneladani
Allah dalam sifat dan
sikap-Nya sesuai dengan
kemampuannya sebagai makhluk. Dan
salah satu yang perlu dicontoh adalah sikap Allahyang dijelaskan dalam surat
Ar-Rahman ayat 29.
Setiap saat Dia (Allah) berada dalam
kesibukan.
So,,, tidak ada alas an bagiku
untik menyerah menyelesaikan mu wahai tugas2 kuliahku…
Ya Robb.. Sunguh Maha Benar
setiap apa yang Engkau tuangkan diDalam kitab-Mu yang suci..
Ampunilah kelalaianku…
terimalah setiap amalku..
( diingat ya jonk… klo
pernah nulis, so klo lg lowbatt silahkan dibaca2 lagi )
^^ Allahualam Bisshowab…^^
Rabu,25/04/2012
disepinya malam….
( ketika
kuharus membangun semangatku dgn ayat –ayatNya )
