25 April, 2012

Nikmatnya secangkir kopi malam ini..

Secangkir kopi menemani ku mentuntasKan makalah2 yg entah diterima apa ga’ ma Dosen sangking telatnya..
Yg penting usaha dulu… tul g’?
Malam ini kudu nekat begadang walo’ mata sdh kedip-kedip mulu ogah berhenti kaya PINGx BB klo lg BBM’an..
Anehnya kopi dah nabis secangkir mata tetap pd pendiriannya..
Istiqomah persis kaya yang pnya nie mata… ( harapku sie seperti itu ) amiiiiiiinnnnn
hhhmmmm… nie Kopi,menurutku rasanya persis ky kita ‘njalani hidup.. manis2… pahit…
sudah fitrah yah?? proses ntuk mandiri, mnjadi pribadi yg bijak kudu ngelewatin proses2 yg pahit2 dulu…
pahit awalnya kan manis pada akhirnya…
trus.. kata slh seorg teman nie… ‘’ko’ hidupku pahit mulu, manisnya blm kerasa???
Yeeee… lupa di seduh dgn gula kali..
Maksudnya yeah gula itu rasa syukur…
Klo g ada syukurnya yah pahit forever tuh…
Coba deh kit abaca nie ayat…
وَإِذْتَأَذَّنَرَبُّكُمْلَئِنشَكَرْتُمْلأَزِيدَنَّكُمْوَلَئِنكَفَرْتُمْإِنَّعَذَابِيلَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: `Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (Q.S 14:7)
masyaAllah.. nikmat-nikmat yang seringkali kita jauhkan dari rasa syukur karena terlalu banyak memandang susah setiap apa yang akan dihadapi pdhl, ayat tadi jelas2 memaparkan bahwa Allah akan menambah nikmatNya,
klo bersyukur dengan istri yg Allah berikan, nanti ditambah loooh.. kata seorang ustadz nie..wah kayanya opini ini akan membuat para istri agak sedikit merinding, iya.. ya??? Klo masalah poligami sie g ada sangkut pautnya dng ayat ini, itu mah takdir… semoga Allah tidak mentakdirkanku untuk dipoligamiJ , amiiinnn… g’ nentang ayatnya loh ya… naudzubillah…Cuma belum siap.. J lanjut ke hadits, juga tentang nikmat..
‘’Dua nikmat yang sering dan disia-siakan oleh banyak orang: kesehatan dan kesempatan (Diriwayatkan oleh Bukhari melalu Ibnu Abbas r.a.) .
Nikmat sehat sodara-sodara… betapa luar biasa nikmatnya ketika kita sehat ( g’ kaya aku nih sambil ngetik juga sambil menahan perih cz lg sakit mata ), poko’nya yg pasti udah taukan nikmatnya sehat, panjang kalo’ mw dibahas, nikmat kesempatan??? Wah nikmat ketika ada kesempatan mnjadi peserta workshop Murobbi kaya yang aku ikutin kemaren, contoh nih… hehehe kayany sie kaya gini cthnya.. klo salah diralat ya… luarbiasa mnambah ilmu, semangat berdakwah, keinginan ntuk lebih memperbaiki diri, dlll deh…
Kalo’ pun ada masalah itu kan wajar, pasti selalu ada tinggal bagaimana kita menyikapi, pandai2 mengolah masalah… waaahhhh mantaffffff… pgnnya aku bias megolahnya jd donat…so nikmat toh????
Setiap kesulitan pasti ada kemudahan.. yakinilah.. klo g’ percaya sama2 buka Al-Qur’an QS.94:5-6, Janji Allah pasti bener..
Ayat ini bener2 mmbuat kita optimis.. trus buka2 juga tafsirx.. supaya bias lebih paham…
( catatan ini lebih khusus ditujukan 4 my self )
  ... karena. sesungguhnya sesudah kesulitan ada
     kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan  (QS 94: 5-6).
Maksudnya,  sesungguhnya  bersama  satu  kesulitan  yang  sama terdapat  dua kemudahan yang berbeda. Maksud ini dipahami dari bentuk redaksi ayat  di  atas.  Terlihat  bahwa  kata  al-ushr terulang   dua   kali  dan  keduanya  dalam  bentuk  definitive (ma'rufah) yakni menggunakan alif dan lam (al), sedangkan kata yusra  juga terulang dua kali tetapi dalam bentuk indefinitif, karena tidak menggunakan alif dan lam. Dalam kaidah kebahasaan dikemukakan  bahwa  apabila  dalam  suatu susunan terdapat dua kata yang sama dan keduanya berbentuk definitif, maka keduanya bermakna  sama  sedangkan bila keduanya berbentuk indefinitif, maka ia berbeda. karena kata ini diulang sampai dua kali, dapat diambil makna bahwa Allah ingin memberi penekanan atau penegasan tentang janjiNYA ini, bahwa setiap ada kesulitan Allah memberikan kemudahan setelahnya, dan kemudahan yang tiada terhingga, bisa satu, dua, sepuluh, 100,1000, dst...
Sambungan ayatnya juga mantap tuh untuk disimak…
Next…
Setelah berpesan demikian, kembali surat ini memberi  petunjuk kepada umat manusia agar bersungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu pekerjaan walaupun  baru  saja  menyelesaikan  pekerjaan yang  lain, dengan menjadikan harapan senantiasa hanya tertuju kepada Allah Swt.
Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan),
     kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
     (QS 94: 7).
 Kata faraghta terambil dan kata faragha yang  ditemukan  dalam  Al-Quran   sebanyak   enam   kali   dengan   berbagai   bentuk derivasinya. Dari segi bahasa, kata  tersebut  berarti  kosong setelah   sebelumnya   penuh,   baik  secara  material  maupun imaterial. Seperti gelas  yang  tadinya  dipenuhi,  oleh  air, kemudian  diminum  atau  tumpah  sehingga  gelas  itu  menjadi kosong. Atau hati yang tadinya gundah dipenuhi oleh  ketakutan dan  kesedihan,  kemudian plong, semua digambarkan dengan akar kata  ini.  Perlu  digarisbawahi  bahwa  kata   faragh   tidak digunakan   selain   pada   kokosongan   yang  didahului  oleh kepenuhan, maupun keluangan yang didahului oleh kesibukan.
 Dari sini jelas bahwa kekosongan yang dimaksud harus didahului oleh adanya sesuatu yang mengisi "wadah" kosong itu. Seseorang  yang telah memenuhi waktunya  dengan  pekerjaan,  kemudian  ia menyelesaikan  pekerjaan  tersebut,  maka  jarak  waktu antara selesai pekerjaan pertama dan dimulainya pekerjaan selanjutnya dinamai faragh.
 Jika Anda berada dalam keluangan (faragh) sedangkan sebelumnya Anda telah memenuhi waktu dengan kerja keras, maka itulah yang dimaksud  dengan  fan-shab.  Kata fan-shab antara lain berarti berat, atau letih. Kata ini pada  mulanya  berarti  menegakkan sesuatu  sampai nyata dan mantap, seperti halnya gunung. Allah Swt. berfirman,
  Apakah mereka tidak melihat unta bagaimana diciptakan,
     dan kepada langit bagaimana ditinggiikan, dan kepada
     gunung bagaimana ditegakkan sehingga menjadi nyata (QS
     88: 17-19).
Kalimat terakhir  pada  terjemahan  di  atas  dijelaskan  oleh Al-Quran  dengan  kata yang berakar sama dengan fan-shab yaitu nushibat dalam kalimat Wa ilal  jibali  kaifa  nushibat.  Dari kata  ini  juga  dibentuk  kata nashib atau "nasib" yang biasa dipahami  sebagai  "bagian  tertentu   yang   diperoleh   dari kehidupan yang telah ditegakkan sehingga menjadi nyata, jelas, dan sulit dielakkan".
 Kini --setelah arti kosakata diuraikan-- dapatlah kita melihat beberapa  kemungkinan  terjemahan ayat 7 dan 8 dari surat Alam Nasyrah di atas.
 Apabila engkau telah berada dalam keluangan (setelah tadinya engkau sibuk), maka (bersungguh-sungguhlah bekerja) sampai engkau letih, atau tegakkanlah (suatu persoalan baru) sehingga menjadi nyata.
 Ayat ini --seperti dikemukakan di atas-- tidak memberi peluang kepada  Anda untuk menganggur sepanjang masih ada masa, karena begitu  Anda  selesai  dalam  satu  kesibukan,  Anda  dituntut melakukan  kesibukan  1ain  yang  meletihkan atau menghasilkan karya nyata, guna mengukir nasib Anda.
Nabi Saw. menganjurkan umatnya  agar  meneladani  Allah  dalam sifat   dan   sikap-Nya  sesuai  dengan  kemampuannya  sebagai makhluk. Dan salah satu yang perlu dicontoh adalah sikap Allahyang dijelaskan dalam surat Ar-Rahman ayat 29.
  Setiap saat Dia (Allah) berada dalam kesibukan.
So,,, tidak ada alas an bagiku untik menyerah menyelesaikan mu wahai tugas2 kuliahku…
Ya Robb.. Sunguh Maha Benar setiap apa yang Engkau tuangkan diDalam kitab-Mu yang suci..
Ampunilah kelalaianku… terimalah setiap amalku..
( diingat ya jonk… klo pernah nulis, so klo lg lowbatt silahkan dibaca2 lagi )
^^ Allahualam Bisshowab…^^
                                                              Rabu,25/04/2012 disepinya malam….
                           ( ketika kuharus membangun semangatku dgn ayat –ayatNya )