30 Mei, 2017

Aku, Ramdhanku, Musibah dan hadiah



Rintik-rintik hujan membuat mata nyaris terlena di shubuh yang aduhay romantisnyaaa… tapi mata ku terkejut  ketika pesan masuk di hp ku menyapa,
Teman-teman tugas kita hari ini terakhir di kumpul”
woooowww…dan sungguh otak ini cepat banget connect nya ketika diri ini sedang panik .

Yah kebiasaan buruk yang sekuat tenaga di enyahkan ini begitu setia mendampingi, padahal tuh loh kalau sejak kemaren diseriusi pasti aku tinggal senyum aja ketika menerima pesan ini.

Pengen banget sih teriak, wooouuuy.. aku butuh solusi nieeeeee… tapi percuma ding, karena semua tergantung aku. 

Jadilah ,sejak ba’da shubuh, aku dan laptop bagai duit dan dompet, saling membutuhkan, menyayangi dan melindungi, semoga tidak ada tangan-tangan jahil yang merusak keakraban kami.

Buyar sudah harapan hendak memanjakan diri dengan duduk santai sambil menikmati rintik hujan, mencari inspirasi menulis tentang hujan yang semalam di bahas di kelas 30 DWC Squad 6 yang super heboh dan asyik, dan juga menepis rasa kantuk karena jaim sama anak-anak yang dilarang keras untuk tidur pagi.

Bermunculanlah ide-ide, semakin jelang dzuhur semakin banyak yang muncul, kapan selesainya?  karna semua ku pikir perlu untuk di tulis, di edit, di save, inilah yang ku sebut otakku cepat connectnya kalo lagi panik.

Kenapa pula ide-ide ini gak muncul dari kemaren-kemaren ya?

Penyakit ini di sebut apa sih? hmmm.... #tarik nafas

Dan akhirnya aku merintih, selain karna kaki keram kelamaan duduk, tangan mulai kaku kelamaan menari di keyboard juga yang paling inti, sebab Ramadhanku terabaikan, aku khawatir  menjadi orang yang merugi, karena apakah ini bernilai pahala? Sedang aku dalam kelalaian, hiks..

Tapi ketika hpku berdering, terdengar  suara dari pelosok Jawa, seorang teman yang bersamaku menyelesaikan tugas tapi belum selesai keburu pulang kampung, melaporkan rincian tugasnya yang mesti ku tolong untuk menyelesaikan, berita ini cukup membuatku terhibur, yah dari pada nangis, ku pilihlah kata-kata positif agar tugas-tugas ini benar-benar tuntas, karena tugasku aja sudah mangap-mangap ngerjainnya,Sungguh dengan kasih sayang-Nya, Allah swt, masih memberi ladang amal, semoga jika kelalaianku adalah musibah, maka menolongnya adalah hadiah dari-Nya.

#DAY 14 
#30DWC6
#SQUAD 6

28 Mei, 2017

Aku, Ramadhan, dan Proposalku



Ketika Allah swt, memberi langsung apa yang sedang aku pikirkan, semalam aku merenungi nasehat yang ku tulis dan ku save  di blog ku, khususnya pada poin keenam dari keutamaan Ramadhan yaitu di kabulkannya doa, maka mintalah, ajukanlah proposal sebanyak-banyaknya, karena di bulan yang mulia ini Allah swt, langsung mengabulkan.

Aku pun berpikir, betapa ruginya aku jika tidak mengajukan banyak proposal, tapi Allah swt, pun Maha Tahu mana yang benar-benar sedang aku butuhkan dan sangat menginginkan, cara meminta sesuatu yang kita butuhkan pun akan berbeda energynya dengan yang tidak terlalu, itu tidak bisa di pungkiri, dan seketika Allah swt, kabulkan, masya Allah, di cabut satu nikmat rezeky ku, aku yang sedikit lebay sudah nyaris meleleh,,, oh sedihnya, berbagai macam kata mengkasihan-kasihankan diri yang terucap dalam hati, tapi Allah swt, tak membiarkan ku larut barang semenitpun, karna kalimat-kalimat negative terlalu cepat mengalir di hatiku, dan Allah swt, pun dengan cepatnya menyadarkanku akan proposal-proposal yang ingin ku ajukan.

Maka terucap lah harapan-harapan dan doaku, Ya Rabbana… jika hamba-Mu merasa layak memperlakukan aku dengan hal yang menurutku sangat menyedihkan, semoga tidak dengan-Mu, aku berharap ini cara indah-Mu menyayangiku bukan menghinakanku apalagi mengabaikanku…. Tangisku pecah dalam sujud ku, oh.. ini lah yang ku maksud semalam, memohon proposal dengan energy yang berbeda, terasa nikmatnya meratap, meratap pada Dzat yang Maha Lembut lagi Maha Pengasih.

Dan inilah nikmat, tak ada apa-apanya di banding satu nikmat yang tercabut, karena , Masya Allah, terlalu banyak nikmat yang datang di jelang sampai Tiba Ramadhan-Mu ya Allah,,, anak-anak yang dengan ringannya berpuasa, shalat dan bersemangat mengkhatamkan ngajinya, belum lagi berita-berita baik yang datang dari teman-teman, saudara-saudaraku.

Akhirnya aku tertunduk malu, ya Rabbana… mungkin aku terlalu bahagia dan sedikit sekali mengucap rasa syukurku, bahkan hampir lupa pada nikmat-nikmat yang banyak terfokus pada satu nikmat yang tercabut, Astaghfirullahal’adzhiem…

#DAY 13
#30DWC#JILID6#SQUAD6

Adelku , Ramadhan dan Nasehat Untuk Bunda



Ramadhan kali ini, tiba masa aku harus mengenalkan dan mengajari gadis kecilku yang akan menginjak usia 6th untuk berpuasa dan mengapa harus berpuasa ? karena dengan antusias dia ingin berpuasa.

Dan ini sudah hari kedua, adaaaa aja yang bikin puasanya batal udah gitu gak  mau banget kalau di bilang puasanya batal,.

Hari pertama, dia asyik main peran sama teman-temannya, main masak-masakan pula, alhasil airnya dia minum beneran, oalaaahhhh… akhirnya datang ke rumah dengan air mata yang berusah di tahannya agar tidak tumpah,

“ kenapa nak ?

Begitu di Tanya langsung pecah tangisnya, 

“ Teman-teman bilang puasaku batal “

“Loh? Kok mereka bilang batal ?

“ Karena aku minum “

“ adel lupa ?

“ Aku gak lupa ?

“Terus? Adel gak sengaja ? , pertanyaan yang gak ada bedanya, tapi kali aja jawabannya beda hehehe

“ Aku sengaja, kan kita main rumah-rumahan, terus aku haus, yah aku minumlah “, masih sambil berurai air mata

“ oh memang batal naak…

“Tapi aku mau puasa !”, dengan nada sedikit tinggi

“ Gak apa kalo adel tetap mau lanjut puasa, dan bilang sama teman-temannya kalau adel baru belajar puasa, oke ?

Entah jawabanku benar atau salah, karena aku tidak tega mematahkan semangatnya, aku berlindung kepada Allah swt, dari fakirnya ilmuku.

Gadisku pun mengangguk cepat sambil berlari ke ruang depan, mengambil jatah nonton nya, saya berani memberi jatah nonton karena di komputer hanya ada film kisah sahabat, dia enggan melanjutkan mainnya karena dia sedang tidak mau di usik kesalahannya minum air.

Hari kedua, seharian waktunya di habiskan hanya bermain bersama teman-temannya, berhenti hanya ketika waktu shalat tiba, ketika sore jelang buka puasa, sepupunya datang untuk buka bersama di rumah ummi nenek yang berada tepat di belakang rumah kami, rupanya ketika sang bunda sibuk di dalam rumah ummi nenek, sang sepupu yang lebih kecil dari gadisku mengajak beli es, karena emang Fina sang sepupu lagi gak puasa,  ketika datang udah 15 menit jelang buka, mukanya udah sumringah, mulai deh diriku curiga,
 
“ Del, kok bibirnya adel dingin ?  minum es ya ? “ tanyaku sambil memegang bibirnya yang basah

“ Iya, aku puasa setengah hari, kata Fina gak papa kok Bunda “

“ Aaadeeeelll…… sayangnya naaakkk,,, ini sudah mau buka loh, kalo makan atau minum sebelum waktunya jadi batal deh puasanya adel “

“ Nda usah marah Bunda, aku kan gak tau “, sambil merengut mendengar kata-kata batal kembali mampir di telinganya.

Yaaahhh… bener nak… ujarku dalam hati , modalmu puasa hanya karena keinginan kuatmu ingin berpuasa seperti abang-abangmu, sebenarnya Bundamu ini sempat khawatir karena di antara dua abangmu, adel yang Masya Allah paling enak makannya, masa persiapanmu belum tuntas untuk berpuasa , padahal nak…. Kenapa perintah puasa di bulan ramadhan turunnya di bulan sya’ban? Agar kita bersiap di bulan sya’ban, berbeda dengan syari’at yang lain, pada saat di perintahkan harus langsung di kerjakan.

Kemudian mengapa 15th kenabian baru turun perintahnya? Karena shaum ramadhan itu membutuhkan kesiapan iman, dibutuhkan 13th masa penanaman pondasi pada fase mekkah, dan hampir 2th di fase madinah.

Udah gitu nak… ujian para sahabat Rasulullah saw di tahun pertama perintah berpuasa langsung bertemu dengan perang badar yang pecah di 17 ramadhan, sehingga dari sirah di ketahui bahwa Ramadhan itu adalah bulan furqon, bulan tempat beramal, maka hendaknya kita mengambil peran sebanyak-banyaknya sebagaimana kita tambah ibadah sekencang-kencangnya.

Selanjutnya aku berbicara pada diriku, tentang nasehat yang ingin ku save dari seseorang yang ku panggil Mi Yuyu, Murobbi, Guru, Sahabat, saudara, yang darinya aku begitu belajar banyak sejak aku mengenalnya di usiaku yang ke – 12th hingga kini, semoga Allah selalu menyayanginya dan memberkahi umurnya, Allahumma Aaamiin,

“ Kenapa di ramadhan peningkatan iman harus di latih dengan peningkatan amal ? karena keutamaan Ramadhan , 

Pertama ; Di ampuni dosa-dosa yang telah lalu ( HR. Bukhari dan Muslim )
Kedua ; Di lipat gandakan pahalanya (HR. At Tirmidzi )
Ketiga ; Bulan penuh berkah ( Qs. Ad Dukhan : 3 )
Keempat ; Syetan di belenggu, pintu neraka di tutup dan pintu syurga di buka
Kelima ; Terdapat malam lailatul Qadr ( Qs. Al- Qadr : 1-3 )
Keenam ; Dikabulkannya doa  

Oleh karena itu Ramadhan membawa proposal kita yang langsung di ACC oleh Allah SWT, maka jangan tanggung-tanggung mintanya.

Maka siapakah yang mengajukan diri untuk mendapatkan efek dari keutamaan yang di bawanya ?

Kitakah ? atau justru orang lain di luar sana, oh sungguh merugi lah kita jika tak mendapatkannya.

Jika Raja Salman saja, jauh sebelum kedatangannya sudah di bicarakan, dan kita pun ikut ramai membicarakannya, dengan kemewahan dan kebanggan beliau datang, di hormati, di sanjung, diberi pelayanan, bahkan hebatnya karena pantai Bali sampai di tutup, karena di gaung-gaungkan akan investasi sekian triliun tapi toh kenyataannya kita yang ikut sibuk membicarakan tak juga dapat cipratannya, yang ada kita malah kehabisan kuota karena sibuk menonton penyambutan beliau yang wah via youtube, bahkan banyak yang ikut nge-share beritanya dengan alasan gak mau di bilang ketinggalan info, tapi semua itu cukup membuat kita puas.

Sedangkan Ramadhan datang kepada kita, seluruh orang-orang beriman, Maka dimana orang-orang beriman itu ? Adakah sambutannya telah layak ?

Apakah kita berdebar-debar menanti kedatangan bulan yang penuh mulia ini ?

Apakah suasana hati kita telah siap mengatakan MARHABAN YAA RAMADHAN…

Ramadhan pertama adalah hari yang terindah, karena kita masih sempat mencium aromanya.

Jangan lalaikan diri dengan kelemahan, bacalah kisah perang Badar, Fathu Makkah, dan perang tabuk.

Perang Badar adalah perang besar pertama dan perang Tabuk adalah perang besar terakhir, sedangkan Fathu Makkah adalah janji kemenangan.

Lihat mereka para sahabat… sibuk membangun jama’ah sambil memperbaiki pribadi ”.
Allahu Akbaar… Allahu akbar… 

Jazaakillahu khairan jazaa Mi Yuyu… Uhibbuki Fillah…

#Day 12
#30DWC#JILID 6 # SQUAD 6

27 Mei, 2017

Karna kita Ingin Baik



Beban itu ketika kita dapat satu ilmu dari teman yang ngeshare tentang sesuatu yang selama ini sudah umum di lakukan, kemudian kita sampaikan deh kebenaran ituke teman yang lain, eh di komen dengan kata-kata yang gimanaaa gitu hehehe

Rasanya gak enak banget ya? Apalagi duhai diri ini ilmunya bukan pas-pas-an lagi tapi ngepas banget deh, jadi rada-rada kurang di percaya gitu, apalagi nih kalo nyampe’kannya gak lengkap dalil-dalilnya, semangat menyampaikan hanya bermodal hadits Rasulullah saw, yang membuat kita pengen banget deh dapat pahala juga,

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya “ (HR. Muslim no.1893) 

Dan , begitu juga kebalikannya, hati-hati, kadang kita gak sadar sekedar hal yang terkesan sepele, misalnya nie, 

“Eh ada salam loh dari kakaku, dia juga masih jomblo tuh…

Atau..

“ Mau drama korea terbaru gak ? aku punya nie…

Ah gitu aja..
Iya emang gitu aja, terus kalo orang yang dapat salam itu jedur-jedur hatinya gak karuan en akhirnya mereka menjalin komunikasi tak jelas, apa kita gak ikut berdosa tuh ?

Atau…
Yang dapat drakor terbaru asyik menghabiskan waktunya untuk hal yang gak bermanfaat gitu, dapat juga deh kita dosanya,

Astaghfirullah…

Karna Rasulullah saw, pun bersabda,

“Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1017).

Mending dapat pahala kebaikan dong ya ? meski kadang agak-agak sakit dengar komen bagi yang gak nerima, tapi In Syaa Allah lebih banyak lah yang dengan senang hati menerima kebaikan, jangan putus asa untuk terus menebar kebaikan ya…

Karena sebagai seorang pejuang itu kita harus memiliki mental Al-‘adiyat dan sifat Al-insyirah..

Maksudnya ?

Penjelasannya  In Syaa Allah di tulisannya selanjutnya, yang aku pun tak bisa janji kapan.


#DAY 11
#30DWC
SQUAD 6
JILID 6


25 Mei, 2017

Rasa yang tak Terungkap



Aku pernah dibisikin seseorang yang ku sebut sahabat, 

“ Kalo kamu suka sama seseorang kemudian kamu gak ungkap-ungkapkan, yah hanya Allah swt, yang tahu maka nanti dia jadi jodohmu….”

Aku bengong, berpikir suka sama orang aja belum, di usia ku yang masih13th kala itu, udah gitu paling cuilik lagi di kelas, mau ikut heboh kalo ada yg berjenis laki-laki, yah sok puber juga gitu, udah dilirik aneh, so, cari aman menjauh dah hehehhe

Aku juga gak tau dia dapat nasehat dari mana? Karena ketika aku bertemu lagi setelah menikah dan aku tanyakan hal ini, hebatnya dia gak ingat sama sekali, padahal kata-katanya menghantui hari-hariku sampai tiba masaku menikah, karena sejak itu aku yakin ketika ada yang mendekat dan dia mencoba menghubungiku entah lewat apa, aku yakin banget dia bukan jodohku.

Tapi, ketika aku menikah dan di takdirkan Allah swt , laki- laki yang pernah ada dalam rasaku, aku tiba- tiba teringat bisikan sahabatku itu, bisa jadi bener , bisa jadi kebetulan, tapi, yang bisa saya simpulkan bahwa Allah swt, yang Maha Rahim sangat lembut dan pengasih, ketika HambaNya mampu menjaga Izzahnya, mampu mengendalikan hawa nafsunya, maka kenapa Allah swt, tidak mengabulkan keinginan hambaNya?

Kisah semalam tentang pria asal Malaysia, yang di gulirkan di group Squad 6, mengingatkan ku kembali pada bisikan sahabatku di tangga asrama menuju musholla hari itu, mungkin bisa jadi sama dengan yang ku alami, ehemmm….

Ketika takdir baik menyapaku,

“ Nak, kamu dilamar sama Abror,,

Aku spontan tertawa,

Ummi ku nyeletuk, “ Bahagianya di lamar…”

Karena ekspresiku tidak sama ketika sebelumnya ada yang melamar…

Dalam hati,,, aihhhh… ummi sih gak tau… hehehehe  

Seseorang yang bernama Muhammad Abror itu adalah sosok yang suaranya ketika muraja’ah hafalannya sambil birrul walidain selalu memenuhi jiwaku ketika aku berada dalam kelas tempatku mengajar dan beliau di halaman rumahnya yang tepat berada di samping sekolah.

Kala merebak kisah Dia melamar, teman-teman Guru pada heboh,wah jangan… jangaaaan selama ini ada sesuatu nie… eh jangan salah yang Tahu hanya Yang Maha Mengetahui rasa ini loh, berani melirik aja tak kuasa.

Dan… ketika ku katakan padanya “ Abang adalah rasa yang tak terungkap “,

Jawabannya di luar dugaan..

“ Apa ada rasa yang terungkap ?

Haddeeehhh… abang nie… padahal kita berharap di jawab lebih romantis lagi… hehehhe

Yah… seperti itulah… so, jangan khawatir kalo jomblo bakal gak nikah-nikah, itu pendapat sesat banget, karena sesungguhnya tergantung doa dan ikhtiar kita.

#DAY 10
#30DWC#JILID6#SQUAD6