25 April, 2012

Nikmatnya secangkir kopi malam ini..

Secangkir kopi menemani ku mentuntasKan makalah2 yg entah diterima apa ga’ ma Dosen sangking telatnya..
Yg penting usaha dulu… tul g’?
Malam ini kudu nekat begadang walo’ mata sdh kedip-kedip mulu ogah berhenti kaya PINGx BB klo lg BBM’an..
Anehnya kopi dah nabis secangkir mata tetap pd pendiriannya..
Istiqomah persis kaya yang pnya nie mata… ( harapku sie seperti itu ) amiiiiiiinnnnn
hhhmmmm… nie Kopi,menurutku rasanya persis ky kita ‘njalani hidup.. manis2… pahit…
sudah fitrah yah?? proses ntuk mandiri, mnjadi pribadi yg bijak kudu ngelewatin proses2 yg pahit2 dulu…
pahit awalnya kan manis pada akhirnya…
trus.. kata slh seorg teman nie… ‘’ko’ hidupku pahit mulu, manisnya blm kerasa???
Yeeee… lupa di seduh dgn gula kali..
Maksudnya yeah gula itu rasa syukur…
Klo g ada syukurnya yah pahit forever tuh…
Coba deh kit abaca nie ayat…
وَإِذْتَأَذَّنَرَبُّكُمْلَئِنشَكَرْتُمْلأَزِيدَنَّكُمْوَلَئِنكَفَرْتُمْإِنَّعَذَابِيلَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: `Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (Q.S 14:7)
masyaAllah.. nikmat-nikmat yang seringkali kita jauhkan dari rasa syukur karena terlalu banyak memandang susah setiap apa yang akan dihadapi pdhl, ayat tadi jelas2 memaparkan bahwa Allah akan menambah nikmatNya,
klo bersyukur dengan istri yg Allah berikan, nanti ditambah loooh.. kata seorang ustadz nie..wah kayanya opini ini akan membuat para istri agak sedikit merinding, iya.. ya??? Klo masalah poligami sie g ada sangkut pautnya dng ayat ini, itu mah takdir… semoga Allah tidak mentakdirkanku untuk dipoligamiJ , amiiinnn… g’ nentang ayatnya loh ya… naudzubillah…Cuma belum siap.. J lanjut ke hadits, juga tentang nikmat..
‘’Dua nikmat yang sering dan disia-siakan oleh banyak orang: kesehatan dan kesempatan (Diriwayatkan oleh Bukhari melalu Ibnu Abbas r.a.) .
Nikmat sehat sodara-sodara… betapa luar biasa nikmatnya ketika kita sehat ( g’ kaya aku nih sambil ngetik juga sambil menahan perih cz lg sakit mata ), poko’nya yg pasti udah taukan nikmatnya sehat, panjang kalo’ mw dibahas, nikmat kesempatan??? Wah nikmat ketika ada kesempatan mnjadi peserta workshop Murobbi kaya yang aku ikutin kemaren, contoh nih… hehehe kayany sie kaya gini cthnya.. klo salah diralat ya… luarbiasa mnambah ilmu, semangat berdakwah, keinginan ntuk lebih memperbaiki diri, dlll deh…
Kalo’ pun ada masalah itu kan wajar, pasti selalu ada tinggal bagaimana kita menyikapi, pandai2 mengolah masalah… waaahhhh mantaffffff… pgnnya aku bias megolahnya jd donat…so nikmat toh????
Setiap kesulitan pasti ada kemudahan.. yakinilah.. klo g’ percaya sama2 buka Al-Qur’an QS.94:5-6, Janji Allah pasti bener..
Ayat ini bener2 mmbuat kita optimis.. trus buka2 juga tafsirx.. supaya bias lebih paham…
( catatan ini lebih khusus ditujukan 4 my self )
  ... karena. sesungguhnya sesudah kesulitan ada
     kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan  (QS 94: 5-6).
Maksudnya,  sesungguhnya  bersama  satu  kesulitan  yang  sama terdapat  dua kemudahan yang berbeda. Maksud ini dipahami dari bentuk redaksi ayat  di  atas.  Terlihat  bahwa  kata  al-ushr terulang   dua   kali  dan  keduanya  dalam  bentuk  definitive (ma'rufah) yakni menggunakan alif dan lam (al), sedangkan kata yusra  juga terulang dua kali tetapi dalam bentuk indefinitif, karena tidak menggunakan alif dan lam. Dalam kaidah kebahasaan dikemukakan  bahwa  apabila  dalam  suatu susunan terdapat dua kata yang sama dan keduanya berbentuk definitif, maka keduanya bermakna  sama  sedangkan bila keduanya berbentuk indefinitif, maka ia berbeda. karena kata ini diulang sampai dua kali, dapat diambil makna bahwa Allah ingin memberi penekanan atau penegasan tentang janjiNYA ini, bahwa setiap ada kesulitan Allah memberikan kemudahan setelahnya, dan kemudahan yang tiada terhingga, bisa satu, dua, sepuluh, 100,1000, dst...
Sambungan ayatnya juga mantap tuh untuk disimak…
Next…
Setelah berpesan demikian, kembali surat ini memberi  petunjuk kepada umat manusia agar bersungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu pekerjaan walaupun  baru  saja  menyelesaikan  pekerjaan yang  lain, dengan menjadikan harapan senantiasa hanya tertuju kepada Allah Swt.
Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan),
     kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
     (QS 94: 7).
 Kata faraghta terambil dan kata faragha yang  ditemukan  dalam  Al-Quran   sebanyak   enam   kali   dengan   berbagai   bentuk derivasinya. Dari segi bahasa, kata  tersebut  berarti  kosong setelah   sebelumnya   penuh,   baik  secara  material  maupun imaterial. Seperti gelas  yang  tadinya  dipenuhi,  oleh  air, kemudian  diminum  atau  tumpah  sehingga  gelas  itu  menjadi kosong. Atau hati yang tadinya gundah dipenuhi oleh  ketakutan dan  kesedihan,  kemudian plong, semua digambarkan dengan akar kata  ini.  Perlu  digarisbawahi  bahwa  kata   faragh   tidak digunakan   selain   pada   kokosongan   yang  didahului  oleh kepenuhan, maupun keluangan yang didahului oleh kesibukan.
 Dari sini jelas bahwa kekosongan yang dimaksud harus didahului oleh adanya sesuatu yang mengisi "wadah" kosong itu. Seseorang  yang telah memenuhi waktunya  dengan  pekerjaan,  kemudian  ia menyelesaikan  pekerjaan  tersebut,  maka  jarak  waktu antara selesai pekerjaan pertama dan dimulainya pekerjaan selanjutnya dinamai faragh.
 Jika Anda berada dalam keluangan (faragh) sedangkan sebelumnya Anda telah memenuhi waktu dengan kerja keras, maka itulah yang dimaksud  dengan  fan-shab.  Kata fan-shab antara lain berarti berat, atau letih. Kata ini pada  mulanya  berarti  menegakkan sesuatu  sampai nyata dan mantap, seperti halnya gunung. Allah Swt. berfirman,
  Apakah mereka tidak melihat unta bagaimana diciptakan,
     dan kepada langit bagaimana ditinggiikan, dan kepada
     gunung bagaimana ditegakkan sehingga menjadi nyata (QS
     88: 17-19).
Kalimat terakhir  pada  terjemahan  di  atas  dijelaskan  oleh Al-Quran  dengan  kata yang berakar sama dengan fan-shab yaitu nushibat dalam kalimat Wa ilal  jibali  kaifa  nushibat.  Dari kata  ini  juga  dibentuk  kata nashib atau "nasib" yang biasa dipahami  sebagai  "bagian  tertentu   yang   diperoleh   dari kehidupan yang telah ditegakkan sehingga menjadi nyata, jelas, dan sulit dielakkan".
 Kini --setelah arti kosakata diuraikan-- dapatlah kita melihat beberapa  kemungkinan  terjemahan ayat 7 dan 8 dari surat Alam Nasyrah di atas.
 Apabila engkau telah berada dalam keluangan (setelah tadinya engkau sibuk), maka (bersungguh-sungguhlah bekerja) sampai engkau letih, atau tegakkanlah (suatu persoalan baru) sehingga menjadi nyata.
 Ayat ini --seperti dikemukakan di atas-- tidak memberi peluang kepada  Anda untuk menganggur sepanjang masih ada masa, karena begitu  Anda  selesai  dalam  satu  kesibukan,  Anda  dituntut melakukan  kesibukan  1ain  yang  meletihkan atau menghasilkan karya nyata, guna mengukir nasib Anda.
Nabi Saw. menganjurkan umatnya  agar  meneladani  Allah  dalam sifat   dan   sikap-Nya  sesuai  dengan  kemampuannya  sebagai makhluk. Dan salah satu yang perlu dicontoh adalah sikap Allahyang dijelaskan dalam surat Ar-Rahman ayat 29.
  Setiap saat Dia (Allah) berada dalam kesibukan.
So,,, tidak ada alas an bagiku untik menyerah menyelesaikan mu wahai tugas2 kuliahku…
Ya Robb.. Sunguh Maha Benar setiap apa yang Engkau tuangkan diDalam kitab-Mu yang suci..
Ampunilah kelalaianku… terimalah setiap amalku..
( diingat ya jonk… klo pernah nulis, so klo lg lowbatt silahkan dibaca2 lagi )
^^ Allahualam Bisshowab…^^
                                                              Rabu,25/04/2012 disepinya malam….
                           ( ketika kuharus membangun semangatku dgn ayat –ayatNya )

19 April, 2012

Untukku dari Pagi Yang Indah...


Untukku dari Pagi yang Indah….
pagi punya sejuta harapan untuk digapai
hingga kau lewati harimu dgn BerkahNya
dan kan kau bawa hingga pagi kembali
tapi.. kenapa kau tak menjemputnya???
gapai harapan itu!!!!
Apakah hatimu dah menyerah sampai titik itu???
Jangan pernah berkata iya,
Karena alasan yang tak pasti..
Berteriak, meraung, menjeritpun hanya kesia2an..
Kalah dengan nafsu… ku tau kamu telah kalah
Tapi itu juga bukan alasan yang tepat
Karena kalah bukan berarti tak ada kesempatan untuk bangkit…
Hingga akhirnya…
Terima kasih Dzat yang telah menciptakan pagi
Hingga ku harus melek dari tidurku
Menatap harapan itu
Dan mencoba untuk menggapainya..
Dengan jiwaku dan hatiku yang penuh kasih…
                                          ..My Home, 20 April 2012..

12 April, 2012

Langitku selalu Berwarna biru...

sejenak melepas lelah...                        seharian seperti biasa asyik berakrab2 ria dengan berbagai mcm jenis pekerjaan KHAS Robbatubait..Abang azhar si sulung.. lagi getol2x belajar naik sepeda, mw demam, lecet, sampe' lapar pun tak peduli.. dari balik tirai jendela ku memandang tak tega..duh... jatuh lagi... dah yang ke..15 kalinya... pantang menyerah.. kagum...jadi ingat aku dulu, bedanya dulu aku pinjam sepeda teman, jadi takut2 klo sepedanya mpe lecet mendingan aku yang lecet2:( kowdong bgt! tp asyik nooooonnn...lagi asyik mengkasian2kan si sulung, ku teringat betapa bernilainya kenangan ini klo aku abadikan lewat video, so suatu saat klo panjang umur trus aku ceritain dia percaya... ( tapi Videonya g' usa dimasukin ke blog bunda ya Bang... )
'' betapa hancur2nya nasibmu dulu nak waktu belajar naik sepeda, so ketika abang azhar mengalami kesulitan ketika sedang menjejaki takdir belajarlah sayang dari proses bisanya kau mengendarai sepeda.."
yaaahhhh... kurang lebih begitu deh kata2nya.. klo suatu saat nanti itu, kata2nya berubah jadi lebih bagus, teratur, dan enak didengar berarti... wah... betapa.. bundamu bang semakin pintar berkata2... hahahha... klo sekarang kan lagi tahap belajar berkata2... naaaahhhh.. persis proses naik sepedamu nak...yang hari ini udah naik level coz dah bisa belok g' pake lompat turun lagi... insya Allah suatu saat nanti kata2 bunda juga sudah lebih baik:)
semangat ya sayang... semangatin Bunda juga doooonngggg... minggu depan dah mw ujian semester nie...

pa kabar Mas hanan ... Anak Bunda yang manis ( anak ke 2 ) Alhamdulillah luka dihidungnya dah menuju proses penyembuhan, udah mulai kering, why?? korban seminar Annisa Hidayatullah Samarinda kemarin... waktu Gladi bersih dikediaman Walikota, Mas Hanan kesandung daaaaaaaaaannnn.. hidung nya menghantam pinggir tangga, wah klo ngebayangin sakitnyaaaaa.... tapi luar biasa dia sabar bgt... dipelukan k' Dian yang lg ada diTKP dia langsung bisa meredam tangisnya tanpa harus jejeritan cari Bundanya, si Bunda udah sdikit aman lagi baru nongol, bukan pake tega2an nie.. tp emang g' tau klo ada insiden diluar ruangan mn teman2 emang sengaja g' ngasi tau dulu lagi coz kwatir aku terganggu (lg sok sibuk didlm ruangan:).. dan kenyataannya emang gitu lgsg ilfeel deh mw ngelanjutin kerjaanku, berapa menit setelah kejadian langsung lari2 deh mas hanan, g' trauma bgt ya... anak aaaanak.. kpn takut, dia jatuh??? semoga nak di usiamu nanti yg semakin beranjak dewasa, u g' akan pernah takut untuk melangkah, bertindak dan bermimpi mesti harus terjatuh dulu, Amiiiinnnn... tengs ya sayang uda kasi pembelajaran baru bwt bunda untuk lebih bersabar ketika terluka:)

 Adeliaku... satu2nya gadisku... kata dokter sie.. tapi kehendak Allah aku g' tau..Dia yag Maha berkehendak.. 
kehadiran Gadisku bener2 ngajarin Bundanya banyak hal... Apalgi ntu' lebih dan lebih percaya ma takdir.. membuatku walo' diVonis ini yg terakhir kalinya aku Hamil... ku tetap Enjoy menjalaninya... karena ku punya Robb.. yang Maha Pengasih.. 
tapi  kasian Adel kecilku lagi mencret... kata orang2 sie mw pintar, smg aja, berharap bgt seperti itu, hari ini dah 7x, tapi dia tetap selau memberikan senyum manisnya... pengalaman b' azhar dulu juga kaya gitu sampe disentri ternyata mw tumbuh gigi, satu aja lagi hehehe... entah sakit karena itu atau kebetulan.. tapi hasil dari sakitx membuat aku kehilangan rasa letih harus ngemong mulu n' begadang, kaya sekarang ini, alhasil byk kerjaan yg dicuekin.. yaaahhhh... sepeti itulaaahhh...

okay sayangnya Bunda semua... Cinta Bunda untuk anak2 bunda selalu berwarna Indah, Cerah, secerah Langit Biru.. walo.. terkadang ada mendung... takkan ada yg bisa merubah Cinta Bunda..Karena Cinta ini berlandaskan karnaNya.. Robb... yang menghadiahkan kalian untuk Bunda...
semoga Allah selalu berkenan untuk membimbing Bunda dalam mendidik kalian.. Amiiiiinnnn



01 April, 2012

Miladku... dan hukum seputar ulang tahun

g ada yang istimewa karena ulang tahun memang bukan sesuatu yang harus diistimewakan.. tau sendirikan??? bukan tradisi kita bgt...
usiaku 27 tahun... usia yang mengajakku ntu lebih dewasa, bijaksana dan harus lebih sholehah... usia yang semakin dekat dgn kematian.. walau maut tak ada yg pernah tau kapan Dia berkenan ntu menjemput...
terkait dengan ulang tahun yuuuu... kita baca nie artikel...
waktu
PERAYAAN HARI ULANG TAHUN
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Tidak diragukan lagi bahwa Allah telah mensyari’atkan dua hari raya bagi kaum muslimin, yang pada kedua hari tersebut mereka berkumpul untuk berdzikir dan shalat, yaitu hari raya ledul Fitri dan ledul Adha sebagai pengganti hari raya-hari raya jahiliyah. Di samping itu Allah pun mensyari’atkan hari raya-hari raya lainnya yang mengandung berbagai dzikir dan ibadah, seperti hari Jum’at, hari Arafah dan hari-hari tasyriq. Namun Allah tidak mensyari’atkan perayaan hari kelahiran, tidak untuk kelahiran Nabi dan tidak pula untuk yang lainnya. Bahkan dalil-dalil syar’i dari Al-Kitab dan As-Sunnah menunjukkan bahwa perayaan-perayaan hari kelahiran merupakan bid’ah dalam agama dan termasuk tasyabbuh (menyerupai) musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi, Nashrani dan lainnya. Maka yang wajib atas para pemeluk Islam untuk meninggalkannya, mewaspadainya, mengingkarinya terhadap yang melakukannya dan tidak menyebarkan atau menyiarkan apa-apa yang dapat mendorong pelaksanaannya atau mengesankan pembolehannya baik di radio, media cetak maupun televisi, berdasarkan sabda Nabi Saw dalam sebuah hadits shahih.
“Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak.” [1]
Dan sabda beliau,
“Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak.”[2]
Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya dan dianggap mu’allaq oleh Al-Bukhari namun ia menguatkannya.
Kemudian disebutkan dalam Shahih Muslim dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa dalam salah satu khutbah Jum’at beliau mengatakan.
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat.”[3]
Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna. Disebutkan pula dalam Musnad Ahmad dengan isnad jayyid dari Ibnu Umar , bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia dari golongan mereka.”[4]
Dalam Ash-Shahihain disebutkan, dari Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda.
“Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan, seandainya mereka masuk ke dalam sarang biawak pun kalian mengikuti mereka.” Kami bertanya, “Ya Rasulullah, itu kaum Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata, “Siapa lagi.”[5]
Masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna dengan ini, semuanya menunjukkan kewajiban untuk waspada agar tidak menyerupai musuh-musuh Allah dalam perayaan-perayaan mereka dan lainnya. Makhluk paling mulia dan paling utama, Nabi kita Muhammad, tidak pernah merayakan hari kelahirannya semasa hidupnya, tidak pula para sahabat beliau pun, dan tidak juga para tabi’in yang mengikuti jejak langkah mereka dengan kebaikan pada tiga generasi pertama yang diutamakan. Seandainya perayaan hari kelahiran Nabi, atau lainnya, merupakan perbuatan baik, tentulah para sahabat dan tabi’in sudah lebih dulu melaksanakannya daripada kita, dan sudah barang tentu Nabi Saw mengajarkan kepada umatnya dan menganjurkan mereka merayakannya atau beliau sendiri melaksanakannya. Namun ternyata tidak demikian, maka kita pun tahu, bahwa perayaan hari kelahiran termasuk bid’ah, termasuk hal baru yang diada-adakan dalam agama yang harus ditinggalkan dan diwaspadai, sebagai pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebagian ahli ilmu menyebutkan, bahwa yang pertama kali mengadakan perayaan hari kelahiran ini adalah golongan Syi’ah Fathimiyah pada abad keempat, kemudian diikuti oleh sebagian orang yang berafiliasi kepada As-Sunnah karena tidak tahu dan karena meniru mereka, atau meniru kaum Yahudi dan Nashrani, kemudian bid’ah ini menyebar ke masyarakat lainnya. Seharusnya para ulama kaum muslimin menjelaskan hukum Allah dalam bid’ah-bid’ah ini, mengingkarinya dan memperingatkan bahayanya, karena keberadaannya melahirkan kerusakan besar, tersebarnya bid’ah-bid’ah dan tertutupnya sunnah-sunnah. Di samping itu, terkandung tasyabbuh (penyerupaan) dengan musuh-musuh Allah dari golongan Yahudi, Nashrani dan golongan-golongan kafir lainnya yang terbiasa menyelenggarakan perayaan-perayaan semacam itu. Para ahli dahulu dan kini telah menulis dan menjelaskan hukum Allah mengenai bid’ah-bid’ah ini. Semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan dan menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan.
Pada kesempatan yang singkat ini, kami bermaksud mengingatkan kepada para pembaca tentang bid’ah ini agar mereka benar-benar mengetahui. Dan mengenai masalah ini telah diterbitkan tulisan yang panjang dan diedarkan melalui media cetak-media cetak lokal dan lainnya. Tidak diragukan lagi, bahwa wajib atas para pejabat pemerintahan kita dan kementrian penerangan secara khusus serta para penguasa di negara-negara Islam, untuk mencegah penyebaran bid’ah-bid’ah ini dan propagandanya atau penyebaran sesuatu yang mengesankan pembolehannya. Semua ini sebagai pelaksanaan perintah loyal terhadap Allah dan para hambaNya, dan sebagai pelaksanaan perintah yang diwajibkan Allah, yaitu mengingkari kemungkaran serta turut dalam memperbaiki kondisi kaum muslimin dan membersihkannya dari hal-hal yang menyelisihi syari’at yang suci. Hanya Allah lah tempat meminta dengan nama-namaNya yang baik dan sifat-sifat-Nya yang luhur, semoga Allah memperbaiki kondisi kaum muslimin dan menunjuki mereka agar berpegang teguh dengan KitabNya dan Sunnah NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta waspada dari segala sesuatu yang menyelisihi keduanya. Dan semoga Allah memperbaiki para pemimpin mereka dan menunjuki mereka agar menerapkan syari’at Allah pada hamba hambaNya serta memerangi segala sesuatu yang menyelisihinya. Sesungguhnya Allah Maha kuasa atas hal itu.
Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya
__________
Foote Note
[1]. Muttafaq ‘Alaih: Al-Bukhari dalam Ash-Shulh (2697). Muslim dalam Al-Aqdhiyah (1718).
[2]. Al-Bukhari menganggapnya mu’allaq dalam Al-Buyu’ dan Al-I’tisham. Imam Muslim menyambungnya dalam Al-Aqdhiyah (18-1718).
[3]. HR. Muslim dalam Al-Jumu’ah (867).
[4]. HR. Abu Dawud (4031), Ahmad (5093, 5094, 5634).
[5]. HR. AI-Bukhari dalam Al-I’tisham bil Kitab was Sunnah (7320). Muslim dalam Al-Ilm (2669).

[Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 4.hal.81]
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al Masa’il Al-Ashriyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]

sulungku sayang....

ketika tatap ini terpaku padamu.. hati bunda melafalkan berjuta do'a dgn lirih penuh harap... hanya untuk kebaikanmu nak.. seiring berjalannya waktu, abang memasuki masa2 senang memberontak... cari perhatian dgn keusilan...segala hal yg mewajibkan bunda untuk lebih bersabar, benar2 membuat bunda selalu tarik nafas dalam2..
sayang.. Bunda tau hati mu yg begitu sensitif tidak menginginkan semua itu, jiwamu berontak tapi lingkungan mengajarkanmu marah, memaki dan memukul...
maafkan... Bunda ..
yakinlah cinta Bunda tak pernah berkurang...
bunda akan terus belajar untuk membentuk karaktermu menjadi mujahid yang tangguh di setiap keadaan...
Love u B'azhar...