Sering kali kita melihat slogan Senyum…. Salam… sapa… di
sekolah-sekolah mungkin atau di tempat-tempat umum,
terkadang melihatnya sambil lalu, atau mencoba sedikit di praktekkan.
Saya termasuk orang yang terkadang melihatnya sambil lalu, toh
saya kadang sering memaksa diri menyapa orang asing dengan basa-basi atau
mengangguk dengan tersenyum kea rah orang asing tersebut, walau saya tak tahu
apa mereka sadar saya sedang tersenyum atau tidak karna pastinya senyum saya
terlindung oleh cadar, cukuplah garis mata yang tertarik ke samping menjadi
tanda jika saya sedang tersenyum.
Kenapa saya menyebutnya orang asing ? karena in Syaa Allah
saya jika mengenal orang tak sungkan-sungkan menyapa, tapi jika saya bertemu
orang tak di kenal di mesjid atau lagi ta’lim dll, masya Allah menyapa itu
kadang penuh pertimbangan, khawatir di cuekin en akhirnya malu, khawatir di
bilangin sok kenal… aaahhh macam-macamlah praduga-praduga menyesatkan yang
memenuhi otakku.
Hingga tadi maghrib aku tersentak dengan telpon seorang teman yang mengingatkanku tentang
pentingnya, senyum, salam, sapa.
Seorang Guru tempat kami Peskil beberapa hari ini, merasa
jika kami para ummahat bercadar ini enggan menyapa mereka yang masih memakai
jilbab kecil dan celana panjang, mereka merasa jika mereka tak pantas untuk
kami sapa…
Innalillahi wa innailaihi raji’uun, tak ada sedikitpun rasa
seperti itu in syaa Allah, kami hanya sungkan dan yah seperti perasaan di atas,
karena kami jelas lebih muda dan mereka Guru-Guru senior yang kami membayangkan
seperti guru-Guru kami di zaman sekolah yang akhirnya menghadirkan rasa
sungkan, apalagi jika orang tersebut menatap tanpa senyuman hehehehe
Tak henti-hentinya kami istighfar dan memuhasabah diri untuk
tidak menyepelekan 3 kata ajib tersebut, senyum, salam, sapa…
Kenapa kami melupa untuk meneladani sikap Rasulullah saw,
Sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu : “Sejak
aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah
menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku
melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” (HR. Bukhari, no.6089).
Masya allah,beliau adalah sosok sempurna sebenar- benar sempurna, yang memiliki akhlak tak ada cela sedikitpun, Allahumma Sholli 'ala Muhammad...
padahal tidak berat yah hanya menyapa dengan salam atau senyum, padahal ganjaran sangat luar bisa,
Nabi Muhammad pernah bersabda: “Hai sekalian manusia, sebarkanlah salam,
berilah makanan, eratkanlah tali kekeluargaan, shalatlah ketika manusia
sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamata.” (HR.
At-Tirmdzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih).
#Day 28
#30DWC
#Jilid 6
#Squad 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar