19 Mei, 2017

apa Bekal Kita?



“ Aku meninggalkan TAKWA pada anakku, jika mereka sholeh, maka Allah SWT, akan menolong mereka,
Jika mereka tidak sholeh, setidaknya mereka tidak memakai hartanya untuk bermaksiat.
( Umar Bin Abdul Aziz )

Siapa yang tak mengenalnya? Sosok Khalifah yang terkenal dengan sifat zuhudnya, padahal beliau seorang khalifah, Pemimpin, tapi dengan tegas beliau katakana bahwa beliau meninggalkan anak2nya dengan bekal yang terbaik yaitu takwa,

Kontras banget yaa dengan kondisi sekarang, begitu banyaknya yang di bodohi hanya karna harta, sedih… melakukan kebodohan dengan menjatuhkan Izzahnya serendah-rendahnya hanya karna satu alasan, ANAK. Semoga Allah Azza Wa Jalla melindungi kita…

Lihatlah sejarah… apa yang di tinggalkan Rasulullah SAW dan para sahabat untuk keturunan mereka?
TAKWA dan ILMU, yang didapat? Kemuliaan..

Dan kita? Apa yang akan kita tinggalkan pada anak2 kita ? harta atau takwa?dan  Jangan sampai kita tidak meninggalkan kedua-duanya.

Pun Bukan berarti dalam Islam kita tak perlu meninggalkan harta pada anak keturunan kita, karna Dalam Qur’an Surah An-nisa ayat 9, di sebutkan dalam FirmanNya, Agar kita hendaklah takut meninggalkan anak keturunan kita yang lemah, Maka bertakwalah,,

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita untuk menjadi yang terbaik dan lebih baik…

#30DWC#JILID 6#DAY 3

Sebab Bahagia Tak Mungkin Bersatu Dengan Maksiat



Seseorang itu membuatku bahagia…

Dengan terbata2 dia mengucapkannya…

Ketika aku yang di sebut olehnya Bunda karna pernah menjadi Ibu asuh di asrama, bertanya alasan mencintai seseorang yang di sebutnya kekasih…

Mana mungkin Bahagia bisa menyatu dengan maksiat nak…


Persoalan bahagia itu ada di hati..


Allah SWT yang memilikinya, dan Dia-lah Pemberinya..


Daaan… kebahagiaan akan datang jika kita dekat dengan Sang Pemilik Kebahagiaan..

Dengan gaya polosnya dia bertanya..

Bagaimana mungkin aku bisa menikah jika aku tak memiliki cinta dan yang ku cinta tak tahu aku mencintainya?

Naaaak… seperti Bunga yang Indah…mekar dan berkembang tanpa ada yang menganggu,  apakah Bunga tahu seseorang yang datang memetik menyukainya sebelum seseorang itu datang tiba2 dan memilihnya diantara semua bunga di sekitarnya? 

Tapi aku gak seindah bunga bunda….

Dia mulai cemas dengan kekurangan dirinya…

Menjadi indahlah nak.. dengan Akhlakmu yang mulia…

Dengan kedekatanmu padaNya

Biarlah  Dzat Yang Maha Rahman yang akan membisik penuh Kasih pada seseorang itu untuk datang memetikmu…

Pembicaraan pun berakhir dengan permohonan lirihnya..

Doakan aku Bunda…

Bunda mencintaimu nak… Lillah…


GutemKu..
30DWC#JILID 6#DAY2


KITA ADALAH WANITA TERPILIH MENDAPAT GELAR “IBU”



KITA ADALAH WANITA TERPILIH MENDAPAT GELAR “IBU”

Yang namanya emak2 , ketemu dimana aja pasti deh ada yang di bahas, dari harga listrik yang naik sampai terasi… termasuk emak2 yang aku temui ini,  tapi karna saya guru dan beliau wali murid jadi deh yang di bahas anaknya yang sekolah di tempatku mengajar…

Setelah basa basi, beliau bertanya…

Si ibu : “ Gimana ustadzah anak saya di sekolah?
Diriku : “Alhamdulillah , perkembangannya bagus, hafalannya juga meningkat pesat,,
Si ibu : “ tapi kenapa yah ustadzah tingkahnya sekarang aneh2 sejak sekolah?

Tiba2 aku pengen batuk karna keselek tuduhan hehehehe,, maksute opo?
Kata2  sejak sekolah itu sangat menganggu pikiranku… 

Ibu yang selalu di muliakan oleh Allah SWT, in syaa Allah… satu hari ada 24 jam, dan jika anak di sekolah hanya 3 jam, selebihnya ada dimana?
Kenapa kita harus menyalahkan sekolah yang tugasnya hanya mengantarkan? Sedangkan orang tua khususnya ibu adalah madrasah utama, Ini yang terkadang kita khususnya saya lupa, padahal 60% karakter anak terbentuk di rumah sedangkan 40% dari lingkungan ( semoga saya  gak khilaf ),jika penguatan adab sudah di tuntaskan di rumah , mau dimana aja in syaa Allah anak aman… kita jangan sampai mau kalah dengan yang 40% .
ini sedikit ilmu yang saya dapat di satu tempat saya menambah ilmu saya yang hiks… sgt minim…

so, Hadits  yang di angkat jadi tema akhirussanah kamis kemaren mengingatkanku kembali pada kisah di atas,

“Tidak ada pemberian orang tua kepada anak yang lebih utama daripada pendidikan yang baik “
(Hr. At Tirmidzi)

Di sebutkan orang tua bukan Guru..
Kenapa? Jawabannya ada di kita semua, sudahkah kita member pendidikan yang baik kepada anak kita ? bukan hanya mendaftarkan mereka di sekolah terbaik, tapi juga kita tuang air pada dahaga anak akan kasih sayang dan bimbingan orang tua dengan kesabaran kita mendampingi dan keikhlasan kita untuk terus mendoakan mereka, sungguh kasian ketika kita menyaksikan Ada anak yang di limpahkan harta karna org tua menganggap itu pemberian yang paling baik karna anak bahagia… tapi kenyataannya anak hanya seperti pepesan kosong, karna orang tua sibuk bekerja sedang anak hanya di temani pembantu di rumah.

Ada anak cerdas tapi karna tak ada arahan, bimbingan , kasih sayang dari orang tua akhirnya habis sia2 hidupnya di dunia gelap, Naudzubillahimindzalik…
Sungguh anak kita butuh di gandeng untuk menuju shirathal mustaqiem..
PR kita nie ibu2 berat, dan akan ringan jika kita jalankan… tempat akhir anak kita, syurga atau nerakanya ada ditangan kita, dengan bagaimana kita mendidiknya, bagaimana kita memberi contoh, uswatun hasanah kepada anak kita, jadi pengen nangis teringat byknya khilafku dalam mendidik, semoga Allah SWT, membimbing kita selalu dalam menjalankan amanahNya dengan gelar terbaik IBU.

Gutemku, 19 Mei 2017
#30DWC#JILID 6#DAY1