21 September, 2020

"Pulanglah Nak, Atas Nama Rindu"


Sejak langkah kaki terakhir meninggalkan teras rumahnya, jiwanya enggan mengajak raganya beranjak,
Tak siap dengan kesepian yang akan semakin menekan rasa rindu di usianya yang semakin senja . 
Rindu tawa riang anak-anaknya yang tak ingin jauh dari sisinya, 
Rindu ketergantungan anak-anak pada dirinya.

Raganya tetap di teras sederhana sebagai saksi kesepiannya.

Lelah menatap ujung jalan berharap kerinduannya terbalas.
Kini air matanya luruh, tangan keriputnya sibuk menghapus airmata yang tak diinginkan menemani sepinya.
Satu persatu anak-anak yang kini telah menjelma dewasa dihubungi by phone mengabarkan kesepiannya, kerinduannya.

Memaklumi ketidakhadiran mereka, tapi tak kuasa menepis gelisah untuk kesetiaan rasa rindunya
Hanya sehari sendiri bagai setahun menanti, menanti rindu yang berbalas setiap kali rasa itu menyapa.
Pulanglah nak, atas nama rindu, agar rasa kita bertemu dan kata pamit menjauh tersingkir.
....
Sang anak mengucap lirih nun jauh darinya,
akupun rindu.

Sang Ibu membalas, 
ini hanya rindu. Berbaktilah untuk Ummat, agar Ridho ini semakin melangit.

Gen Ms07
Samarinda, 21 Sep' 2020

#tantanganmenulis1
#Mushidamenulis
#Menulisasik

Tidak ada komentar: