Lagi nyari-nyari ide untuk menulis, aku putar ceramah
dari sosok luar biasa Allahuyarham pendiri Pesantren kami,
aku tertegun pada perkataan beliau yang kurang lebih seperti ini ,
“ jika orang islam ini sudah menerima agamanya secara benar dan sudah dilaksanakan maka tidak lagi kita
butuh hiburan, karna apa yang mau di hibur?tidak ada lagi susah, orang yang butuh hiburan itu hanya orang yang gelisah, orang yang resah, yang tidak enak tidurnya, tidak nyaman makannya, yang kelihatan istrinya jelek melulu sebab rumah tangganya gersang, itu yang mau di hibur”.
Saya jadi teringat dengan kata-kata kurang piknik yang viral di dunia medsos, kurang piknik atau kurang ngaji ya ? karna coba kita lihat orang-orang kaya yang tidak beriman, hampir 70%
hartanya habis untuk food, fun, fashion, toko-toko
yang berjejer rata-rata untuk kepuasaan duniawi, gaya hidup, padahal semakin
habis waktunya untuk kesia-siaan semakin resah hatinya, semakin gersang
jiwanya, besok datang lagi ke tempat-tempat yang menarik hatinya, mungkin ada
hal baru yang memuaskan jiwanya, di habiskan lah hartanya untuk semua itu, tapi
tetap saja sama yang dia rasa, akhirnya di coba yang lebih menantang , yaitu
bermaksiat, ternyata lagi-lagi bukannya bahagia yang di dapat tapi kehancuran
yang terjadi, istri atau suami marah, cinta sucinya terkhianati, anak-anak yang
menjadi korban lebih parah hancurnya jika tidak cepat di selamatkan, hilang
rasa hormatnya pada orang tua yang dia banggakan selama ini, bergaullah mereka
pada teman-teman yang dengan senang hati memanfaatkan korban-korban pemuas
nafsu duniawi, dan disinilah awal dari kehancuran negri ini, ketika lahir
sosok-sosok yang tak tersentuh oleh agama kemudian tiba-tiba jadi penguasa,
membalas semua luka hatinya dengan berkuasa sesuai keinginan hatinya, dimana
ujung semua ini ?
Inilah akibat jika Allah swt, di tempatkan tidak di no. 1,
tidak di tempat kan pada sesuatu yang di butuhkan, so, bawaannya galau, baper
dan akhirnya mengalirlah kata-kata alay yang tidak bermanfaat, padahal ada
Allah swt, selalu siap mendengar rintihan kita kapan pun, doa-doa panjang kita
yang ketergantungan kita hanya padaNya, penghilang baper, galau apalagi patah hati, kenapa kita sering lalai ya ?
Tapi bukan berarti dalam islam kita tidak di perbolehkan rekreasi, piknik ataupun rihlah namanya, karna islam sangat memperhatikan hal itu, selagi masih dalam konteks syariat, dan yang tidak di perbolehkan jika kita menghabiskan waktu dengan hiburanan yang tidak bermanfaat yang tidak menambah keimanan kita pada Rabb pemelihara alam ini.
Nabi saw. bercanda bersama para sahabat dalam suatu kesempatan untuk mengibur dan rehat diri. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: “Para sahabat bertanya; Wahai Rasulullah, Engkau bercanda dengan kami? Beliau menjawab: “Sesungguhnya saya tidak berkata kecuali kebenaran.” HR. Imam At-Tirmidzi, dia berkata: Hadits ini Hasan Sahih
Tapi bukan berarti dalam islam kita tidak di perbolehkan rekreasi, piknik ataupun rihlah namanya, karna islam sangat memperhatikan hal itu, selagi masih dalam konteks syariat, dan yang tidak di perbolehkan jika kita menghabiskan waktu dengan hiburanan yang tidak bermanfaat yang tidak menambah keimanan kita pada Rabb pemelihara alam ini.
Nabi saw. bercanda bersama para sahabat dalam suatu kesempatan untuk mengibur dan rehat diri. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: “Para sahabat bertanya; Wahai Rasulullah, Engkau bercanda dengan kami? Beliau menjawab: “Sesungguhnya saya tidak berkata kecuali kebenaran.” HR. Imam At-Tirmidzi, dia berkata: Hadits ini Hasan Sahih
Rasulullah saw. sebagai panutan umat
manusia memberi contoh bagaimana memanfaatkan waktu untuk rehat dan
berlibur. Aisyah ra. meriwayatkan bahwa ayahnya, Abu Bakar bertandang ke
rumah Aisyah, ketika itu dua budak Aisyah sedang bermain
perang-perangan, pada hari-hari Mina. Sedangkan Nabi mengintip perbuatan
keduanya di balik bajunya. Abu Bakar melarang keduanya melakukan hal
tersebut. Maka Nabi membuka bajunya seraya bersabda: “Biarkan keduanya wahai Abu Bakar, Karena ini adalah hari-hari raya. Itulah hari-hari Mina.”
Aisyah berkata: “Saya
berada di belakang Nabi ketika saya melihat sekelompok orang-orang
Habasyah sedang bermain di masjid. Ketika itu sahabat Umar memarahi
mereka. Maka Nabi bersabda: “Biarkan mereka. Mereka memberi rasa aman,
mereka dari Bani Arfadah.” HR. Imam Bukhari
Akhirul kalam… terucap istighfar
untuk segala kelalaian dan kedhoifan sebagai Hamba…
Lindungilah ya Rabbanaa kami dan anak keturunan kami dari
fitnah dunia yang membutakan…
#DAY 8
#30DWC
#JILID 6
#SQUAD 6
#DAY 8
#30DWC
#JILID 6
#SQUAD 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar