KITA ADALAH WANITA TERPILIH MENDAPAT GELAR “IBU”
Yang namanya emak2 , ketemu dimana aja pasti deh ada yang di
bahas, dari harga listrik yang naik sampai terasi… termasuk emak2 yang aku
temui ini, tapi karna saya guru dan
beliau wali murid jadi deh yang di bahas anaknya yang sekolah di tempatku
mengajar…
Setelah basa basi, beliau bertanya…
Si ibu : “ Gimana ustadzah anak saya di sekolah?
Diriku : “Alhamdulillah , perkembangannya bagus, hafalannya
juga meningkat pesat,,
Si ibu : “ tapi kenapa yah ustadzah tingkahnya sekarang
aneh2 sejak sekolah?
Tiba2 aku pengen batuk karna keselek tuduhan hehehehe,,
maksute opo?
Kata2 sejak
sekolah itu sangat menganggu pikiranku…
Ibu yang selalu di muliakan oleh Allah SWT, in syaa Allah…
satu hari ada 24 jam, dan jika anak di sekolah hanya 3 jam, selebihnya ada
dimana?
Kenapa kita harus menyalahkan sekolah yang tugasnya hanya mengantarkan?
Sedangkan orang tua khususnya ibu adalah madrasah utama, Ini yang terkadang
kita khususnya saya lupa, padahal 60% karakter anak terbentuk di rumah
sedangkan 40% dari lingkungan ( semoga saya
gak khilaf ),jika penguatan adab sudah di tuntaskan di rumah , mau dimana
aja in syaa Allah anak aman… kita jangan sampai mau kalah dengan yang
40% .
ini sedikit ilmu yang saya dapat di satu tempat saya
menambah ilmu saya yang hiks… sgt minim…
so, Hadits yang di
angkat jadi tema akhirussanah kamis kemaren mengingatkanku kembali pada kisah
di atas,
“Tidak ada pemberian
orang tua kepada anak yang lebih utama daripada pendidikan yang baik “
(Hr. At Tirmidzi)
Di sebutkan orang tua bukan Guru..
Kenapa? Jawabannya ada di kita semua, sudahkah kita member pendidikan
yang baik kepada anak kita ? bukan hanya mendaftarkan mereka di sekolah
terbaik, tapi juga kita tuang air pada dahaga anak akan kasih sayang dan
bimbingan orang tua dengan kesabaran kita mendampingi dan keikhlasan kita untuk
terus mendoakan mereka, sungguh kasian ketika kita menyaksikan Ada anak yang di
limpahkan harta karna org tua menganggap itu pemberian yang paling baik karna
anak bahagia… tapi kenyataannya anak hanya seperti pepesan kosong, karna orang
tua sibuk bekerja sedang anak hanya di temani pembantu di rumah.
Ada anak cerdas tapi karna tak ada arahan, bimbingan , kasih
sayang dari orang tua akhirnya habis sia2 hidupnya di dunia gelap,
Naudzubillahimindzalik…
Sungguh anak kita butuh di gandeng untuk menuju shirathal
mustaqiem..
PR kita nie ibu2 berat, dan akan ringan jika kita jalankan…
tempat akhir anak kita, syurga atau nerakanya ada ditangan kita, dengan
bagaimana kita mendidiknya, bagaimana kita memberi contoh, uswatun hasanah
kepada anak kita, jadi pengen nangis teringat byknya khilafku dalam mendidik,
semoga Allah SWT, membimbing kita selalu dalam menjalankan amanahNya dengan
gelar terbaik IBU.
Gutemku, 19 Mei 2017
#30DWC#JILID 6#DAY1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar