20 Mei, 2017

Istri



seorang Ibu yang saya mengenalnya karena beliau adalah teman sekolah mesti tidak seangkatan, duduk di sampingku ketika taklim baru saja akan di mulai, kemudian beliau mencolekku dengan tatapan ingin curhat, dalam hati, wah bakal gagal nie merangkum materi, bukan seudzhon tapi beberapa pengalaman bersamanya membuatku berpikiran seperti itu, mulai lah mengalir cerita-cerita tentang kondisinya dan rumah tangganya hancur, aku beberapa kali memberi kode halus dengan harapan beliau faham aku lagi ingin fokus, tapi tetap gagal.. karna di sisi lain aku begitu kaget dengan berita nya, akhirnya dengan terpaksa aku memilih fokus mendengarkan curhatnya karna air mata mulai mengalir dari bola matanya yang menjadi indah dengan polesan celak hitam pekat, mencoba untuk menguatkan, aku yang tadi gak fokus mendengar curhatannya bertanya apa sebab memilih berpisah ? ternyata inti permasalahan adalah pada materi dan komunikasi.
Sepanjang jalan pulang aku berpikir… 

Itu mungkin yang di sebut tidak menerima kekurangan pasangan…
Tidak bersyukur…

Padahal, kitapun makhluk dhoif dengan selaksa kekurangan,,

Naudzubillahimindzalik…

Istri… 
Itu gelar kita dari setelah akad nikah..
Bagaimana kita menjaga izzah kita sebagai seorang istri…
Mestinya kita malu ya? Jika menuntut pada suami
Karna suami yang kau pilih karna agamanya paling faham terhadap kewajibannya sebagai imam bagi anak dan istrinya,

Pernikahan memang luar biasa…
Jelang 12 tahun usia pernikahanku, ternyata tidak serta merta aku dapat predikat tingkat mahir sebagai seorang istri, syetan begitu kerja keras menggoda, mesti selalu tengok nasihat tentang fitroh ku sebagai seorang istri, agar kita bisa selamat dunia dan akhirat,,. 

Dalam Al-Qur’an surah Annur ayat 26, “Kita mesti menjaga fitroh kebaikan kita,”

Dalam Qs.An-nisa ayat 34, “kita harus menjaga ketaatan kita kepada Allah SWT”

Udah gitu kita sebagai seorang istri di dalam Hadits Riwayat Al-Hakim dan At Tirmdzi, adalah sosok yang gampang masuk syurga, masya Allah kan?
“seorang istri yang ketika suaminya wafat meridhoinya , maka, dia (istri) akan masuk syurga”.

Gampang banget masuk syurga , itu jika kita taat dan menjaga izzah kita, terdengar mudah tapi di jalaninya luar biasa.
Semoga kita semua bisa mendapat predikat paling mulia, ISTRI SHOLEHAH.

#maafkan istrimu ini bang… begitu banyak kurangnya,,, terima kasih sudah setia dan sabar membimbingku agar kelak kita bias bergandengan tangan di JannahNya, Allahumma AAAmiin…

#30DWC #JILID 6 #SQUAD 6 #DAY 4

Tidak ada komentar: