28 Mei, 2017

Adelku , Ramadhan dan Nasehat Untuk Bunda



Ramadhan kali ini, tiba masa aku harus mengenalkan dan mengajari gadis kecilku yang akan menginjak usia 6th untuk berpuasa dan mengapa harus berpuasa ? karena dengan antusias dia ingin berpuasa.

Dan ini sudah hari kedua, adaaaa aja yang bikin puasanya batal udah gitu gak  mau banget kalau di bilang puasanya batal,.

Hari pertama, dia asyik main peran sama teman-temannya, main masak-masakan pula, alhasil airnya dia minum beneran, oalaaahhhh… akhirnya datang ke rumah dengan air mata yang berusah di tahannya agar tidak tumpah,

“ kenapa nak ?

Begitu di Tanya langsung pecah tangisnya, 

“ Teman-teman bilang puasaku batal “

“Loh? Kok mereka bilang batal ?

“ Karena aku minum “

“ adel lupa ?

“ Aku gak lupa ?

“Terus? Adel gak sengaja ? , pertanyaan yang gak ada bedanya, tapi kali aja jawabannya beda hehehe

“ Aku sengaja, kan kita main rumah-rumahan, terus aku haus, yah aku minumlah “, masih sambil berurai air mata

“ oh memang batal naak…

“Tapi aku mau puasa !”, dengan nada sedikit tinggi

“ Gak apa kalo adel tetap mau lanjut puasa, dan bilang sama teman-temannya kalau adel baru belajar puasa, oke ?

Entah jawabanku benar atau salah, karena aku tidak tega mematahkan semangatnya, aku berlindung kepada Allah swt, dari fakirnya ilmuku.

Gadisku pun mengangguk cepat sambil berlari ke ruang depan, mengambil jatah nonton nya, saya berani memberi jatah nonton karena di komputer hanya ada film kisah sahabat, dia enggan melanjutkan mainnya karena dia sedang tidak mau di usik kesalahannya minum air.

Hari kedua, seharian waktunya di habiskan hanya bermain bersama teman-temannya, berhenti hanya ketika waktu shalat tiba, ketika sore jelang buka puasa, sepupunya datang untuk buka bersama di rumah ummi nenek yang berada tepat di belakang rumah kami, rupanya ketika sang bunda sibuk di dalam rumah ummi nenek, sang sepupu yang lebih kecil dari gadisku mengajak beli es, karena emang Fina sang sepupu lagi gak puasa,  ketika datang udah 15 menit jelang buka, mukanya udah sumringah, mulai deh diriku curiga,
 
“ Del, kok bibirnya adel dingin ?  minum es ya ? “ tanyaku sambil memegang bibirnya yang basah

“ Iya, aku puasa setengah hari, kata Fina gak papa kok Bunda “

“ Aaadeeeelll…… sayangnya naaakkk,,, ini sudah mau buka loh, kalo makan atau minum sebelum waktunya jadi batal deh puasanya adel “

“ Nda usah marah Bunda, aku kan gak tau “, sambil merengut mendengar kata-kata batal kembali mampir di telinganya.

Yaaahhh… bener nak… ujarku dalam hati , modalmu puasa hanya karena keinginan kuatmu ingin berpuasa seperti abang-abangmu, sebenarnya Bundamu ini sempat khawatir karena di antara dua abangmu, adel yang Masya Allah paling enak makannya, masa persiapanmu belum tuntas untuk berpuasa , padahal nak…. Kenapa perintah puasa di bulan ramadhan turunnya di bulan sya’ban? Agar kita bersiap di bulan sya’ban, berbeda dengan syari’at yang lain, pada saat di perintahkan harus langsung di kerjakan.

Kemudian mengapa 15th kenabian baru turun perintahnya? Karena shaum ramadhan itu membutuhkan kesiapan iman, dibutuhkan 13th masa penanaman pondasi pada fase mekkah, dan hampir 2th di fase madinah.

Udah gitu nak… ujian para sahabat Rasulullah saw di tahun pertama perintah berpuasa langsung bertemu dengan perang badar yang pecah di 17 ramadhan, sehingga dari sirah di ketahui bahwa Ramadhan itu adalah bulan furqon, bulan tempat beramal, maka hendaknya kita mengambil peran sebanyak-banyaknya sebagaimana kita tambah ibadah sekencang-kencangnya.

Selanjutnya aku berbicara pada diriku, tentang nasehat yang ingin ku save dari seseorang yang ku panggil Mi Yuyu, Murobbi, Guru, Sahabat, saudara, yang darinya aku begitu belajar banyak sejak aku mengenalnya di usiaku yang ke – 12th hingga kini, semoga Allah selalu menyayanginya dan memberkahi umurnya, Allahumma Aaamiin,

“ Kenapa di ramadhan peningkatan iman harus di latih dengan peningkatan amal ? karena keutamaan Ramadhan , 

Pertama ; Di ampuni dosa-dosa yang telah lalu ( HR. Bukhari dan Muslim )
Kedua ; Di lipat gandakan pahalanya (HR. At Tirmidzi )
Ketiga ; Bulan penuh berkah ( Qs. Ad Dukhan : 3 )
Keempat ; Syetan di belenggu, pintu neraka di tutup dan pintu syurga di buka
Kelima ; Terdapat malam lailatul Qadr ( Qs. Al- Qadr : 1-3 )
Keenam ; Dikabulkannya doa  

Oleh karena itu Ramadhan membawa proposal kita yang langsung di ACC oleh Allah SWT, maka jangan tanggung-tanggung mintanya.

Maka siapakah yang mengajukan diri untuk mendapatkan efek dari keutamaan yang di bawanya ?

Kitakah ? atau justru orang lain di luar sana, oh sungguh merugi lah kita jika tak mendapatkannya.

Jika Raja Salman saja, jauh sebelum kedatangannya sudah di bicarakan, dan kita pun ikut ramai membicarakannya, dengan kemewahan dan kebanggan beliau datang, di hormati, di sanjung, diberi pelayanan, bahkan hebatnya karena pantai Bali sampai di tutup, karena di gaung-gaungkan akan investasi sekian triliun tapi toh kenyataannya kita yang ikut sibuk membicarakan tak juga dapat cipratannya, yang ada kita malah kehabisan kuota karena sibuk menonton penyambutan beliau yang wah via youtube, bahkan banyak yang ikut nge-share beritanya dengan alasan gak mau di bilang ketinggalan info, tapi semua itu cukup membuat kita puas.

Sedangkan Ramadhan datang kepada kita, seluruh orang-orang beriman, Maka dimana orang-orang beriman itu ? Adakah sambutannya telah layak ?

Apakah kita berdebar-debar menanti kedatangan bulan yang penuh mulia ini ?

Apakah suasana hati kita telah siap mengatakan MARHABAN YAA RAMADHAN…

Ramadhan pertama adalah hari yang terindah, karena kita masih sempat mencium aromanya.

Jangan lalaikan diri dengan kelemahan, bacalah kisah perang Badar, Fathu Makkah, dan perang tabuk.

Perang Badar adalah perang besar pertama dan perang Tabuk adalah perang besar terakhir, sedangkan Fathu Makkah adalah janji kemenangan.

Lihat mereka para sahabat… sibuk membangun jama’ah sambil memperbaiki pribadi ”.
Allahu Akbaar… Allahu akbar… 

Jazaakillahu khairan jazaa Mi Yuyu… Uhibbuki Fillah…

#Day 12
#30DWC#JILID 6 # SQUAD 6

Tidak ada komentar: