26 September, 2020

Jejak Cinta Halaqoh Nubuwah

Halaqoh cinta Itu bermula di rumah Arqam bin Abil Arqam, 
Di bawah tekanan dan pengawasan kaum kuffar. 
Tentu tak seindah dan sedamai halaqoh cinta yang dilakukan sekarang.

Mereka melingkar di tengah kegelapan dan suara lirih demi mendapatkan kesempatan menyimak ayat demi ayat yang di bacakan.

Halaqoh cinta itu dimulai di bawah bukit Shafa, untuk mencapainya harus dengan mengendap-ngendap, tak terbersit membanggakan keislaman saat itu.

Duhai...
Betapa kufur jika tak bersyukur.
Halaqoh cinta kini berlangsung di siang hari, dengan suara Al Qur'an yang lantang dan ditutup dengan sajian hidangan pengikat cinta sang tuan rumah dan tamu.

Duhai...
Keluhan apa yang ingin kau lontarkan 
jika enggan ke halaqoh hanya karena suami tak bisa mengantar, anak sedang tidur, atau hujan sedang turun, sedang Rasulullah Saw dan para sahabat rela berdarah demi hadir dalam halaqoh cintanya

Duhai...
Yang sedang menata hati, tak banggakah dengan anjuran wajib hadir di Halaqoh?
Di saat iman sedang turun?
Di saat jiwa sedang futur?
Siapa yang kau harap kan?
Untuk menyelamatkan keislamanmu.
Jika halaqoh cinta pun kau hindari.

Syukur pun menggema ketika kita sepakat, apapun yang terjadi , halaqoh harus tetap berjalan. Karena iman perlu di selamatkan, ukhuwah harus dieratkan, dan kader perjuangan harus segera dihadirkan. 
Sebab perjalanan kita masih panjang kawan.

Kampus peradaban Samarinda,
Sabtu, 09 Shafar 1442 H

#Tantangan3 #Mushidamenulis #Menulisasik #dakwahbilqalam, Selamat berkarya, jangan lupa alkahfi❤️❤️😍😍😍😍

22 September, 2020

Tahan jiwa dengan dialog Cinta












21 September, 2020

Tekad kami Gen Ms

Hari kedua jalani tekad kami.. bagi kami ini melebihi tantangan menulis setiap hari yg pernah kami ikuti.
Karena kami sedang berusaha untuk menjalani kodrat kami, kebutuhan kami

Dan kami yakini tak akan tercapai tanpa kita bersama mewujudkannya
Bagi sebagian orang ini biasa
Bagi kami ini luar biasa
Karna keistiqomahan yang ingin kami capai

Ketika kami diskusi mencari Moment menulis yang pas untuk kami yg sok sibuk ini..
Maka pilihan kami jatuh pada jam ba'da shalat lail seperti yg Alm. Abba kami tersayang contohkan
Sebab menjadi penulis bukan berarti harus mengabaikan tugas beres2 rumah dan kebersamaan dengan sang anak
Sebab jadi penulis bukan hal mudah jika tak melibatkan Allah dengan memohon karunia-Nya untuk kemudahan otak berpikir dan kelincahan jari menulis

قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ
bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
Q.S Al-Muzzammil  : 2

Tidak pernah salah perintahnya... Karna Allah Maha Tahu kebutuhan hambaNya
Bangunlah...
Dan minta sebanyak yang kau Butuhkan...

Allahu Ahad... Bimbinglah kami selalu...
Dan kebahagiaan selanjutnya... Ketika anak2 akhirnya mengikuti kami untuk bangun shalat lail tanpa di bangunkan seperti biasa...

Allahu Akbar... Sungguh ya Rabbanaaa... Aku pernah mengimpikan hal ini...
Dan hanya segini yg kami lakukan tapi Engkau sdh kasi cash kebahagiaan2 ini...

Tersungkur kembali dalam riuh dan gemuruh dada bahagia dan haru
Allaaaaaaaah.....
يا حي يا قيوم برحمتك تستغيث
اصلح لي شاني كله ولا تكلني إلى نفسي طرفة عين

😭

"Pulanglah Nak, Atas Nama Rindu"


Sejak langkah kaki terakhir meninggalkan teras rumahnya, jiwanya enggan mengajak raganya beranjak,
Tak siap dengan kesepian yang akan semakin menekan rasa rindu di usianya yang semakin senja . 
Rindu tawa riang anak-anaknya yang tak ingin jauh dari sisinya, 
Rindu ketergantungan anak-anak pada dirinya.

Raganya tetap di teras sederhana sebagai saksi kesepiannya.

Lelah menatap ujung jalan berharap kerinduannya terbalas.
Kini air matanya luruh, tangan keriputnya sibuk menghapus airmata yang tak diinginkan menemani sepinya.
Satu persatu anak-anak yang kini telah menjelma dewasa dihubungi by phone mengabarkan kesepiannya, kerinduannya.

Memaklumi ketidakhadiran mereka, tapi tak kuasa menepis gelisah untuk kesetiaan rasa rindunya
Hanya sehari sendiri bagai setahun menanti, menanti rindu yang berbalas setiap kali rasa itu menyapa.
Pulanglah nak, atas nama rindu, agar rasa kita bertemu dan kata pamit menjauh tersingkir.
....
Sang anak mengucap lirih nun jauh darinya,
akupun rindu.

Sang Ibu membalas, 
ini hanya rindu. Berbaktilah untuk Ummat, agar Ridho ini semakin melangit.

Gen Ms07
Samarinda, 21 Sep' 2020

#tantanganmenulis1
#Mushidamenulis
#Menulisasik

17 September, 2018

Rezeky, durian dan sakitnya anakku

Malam ahad,  anakku dapat rezeky,  lumayan laaahh... Bunda nya pun kecipratan...
Pagi.. Ahad...
Diriku yg udah lama banget pengen di beliin durian,  sejak adel dlm perut gara2 Keluarga besarju ke Makassar en aku gak pergi coz lagi hamil besar dah gitu mereka panen durian di sono,  aku ngiler abbis deeeh.
So,  daku ngajukan proposal...
" Bang... Kita beli durian yaaa...
Si Abang yg tau bgt pengenku,  apalagi minggu lalu di traktir mba Dewi durian wkt ke Badak,  ketinggalan pula...
Langsung menjawab...
"Okeeee.. Sore yah dee. .
Terbayang2 dah tuh durian...
Siang.. Jadwal tlp anandaku... Si sulung...
"Bunda... Aku sakit... Sdh 2 hari nda makan siang karna susah nelan...
Rupanya kena radang,  so,  ujung2nya demam...
Habis nlp nie airmata tak terbendung, inilah yg ku khawatirkan,  berita anandaku sakit...
Sore, Hannan nanya,  kapan beli durian... ?
Yg lagi sensi menjawab, 
"Mana bisa kita beli durian,  makan enak2 baru Bang Azhar disana nelan aja susah...
Yg terbayang aku lagi enak2 nelan durian yg super lembut,  trus anakku nelat kulit durian.. Huhuuuuuuu..

             *    *   *    *    *    *

kejadian ini membuatku sadar, terhadap apa yang aku yakini selama ini, Bahwa Allah memberi rezeky sesuai kebutuhan,  knapa aku ada niat untuk foya2, ku sebut foya2, krn dlm pikiranku,  durian itu buah yg sgt mewah, harganya yg membuatku sampe detik ini belum bisa membelinya,  krn Allah belum memberi rezeky untuk membelinya... Masih byk kebutuhan yg lain... Dan Allah segera menyadarkanku segera dgn berita sakitnya anakku...

Laa hawla walaquwwata illa billaaah...

12 April, 2018

Visi dan Misi

Bismillahirrahmanirrahim...

Visi :
Membentuk generasi kami menjadi Generasi Yg Bertauhid,  beradab , Tangguh dan Hafidz Qur'an

Misi :
1. Selalu mengajak anak untuk meng IQRA di setiap kejadian kecil maupun besar.

2. Everyday with Adab, memberi pemahaman bahwa yg paling penting sebelum ilmu adalah Adab.

3. Menghidupkan Halaqoh keluarga guna terwujudnya mimpi kami dgn materi Tauhid,  adab dan Qur'an.

4. Membangun mental tangguh anak dgn selalu mendorong mereka bahwa Olahraga itu penting dan Sunnah.

5. Membumikan Al-Qur'an agar anak tidak hanya hafal tapi hidup bersama Al-Qur'an.

👉🏻 Kesan untuk tugas ini :
Bermimpi itu harus dan Sesuatu yg diimpikan itu tidak hanya tersimpan dalam pikiran tapi mesti di tuangkan sebagai kontroling langkah2 kami jika mulai tak sejalan dengan visi kami, karna pasti kelemahan sebagai manusia seringkali membuat kami terlena dgn kesibukan duniawi lantas tak berusaha untuk bangkit jika alarm kekacauan tak berbunyi, so,  dgn adanya tugas ini saya di paksa berbuat baik dan ini sekali lagi sgt penting untuk di lakukan,  menuliskan impian kami sepasang Manusia yg di Takdirkan Allah swt, Bertemu dalam ikatan pernikahan dan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi baik,  kemudian Segera di tindak lanjuti dgn sosialisasi ke anak2 dan di Pajang di dinding ruangan yg selalu di datangi dan mudah di liat yaitu Ruang Makan 🤭 tempat kami mengumpulkan energi dan membangun keimanan dgn rasa syukur atas nikmatNya.

Astaghfirullah jika ada kata2 yg khilaf...

Jazaakillah khairan jazaa untuk Guru camp II Al Ummu Madrasah yg memaksa kami dgn Cinta karnaNya untuk menjadi baik 😍 semoga setiap kata yg penuh makna dan sarat ilmu menjadi amal jariyah beliau 💕@⁨Teh Ani⁩

11 April, 2018

Rezeky betapa CintaNya

Seringkali aku dihadapkan dengan situasi spt ini,  ketika tak ada sama sekali uang,  hatta untuk beli air galon yg harganya 5rb..
Percayakah org2 kalo aku mengalami hal ini???
Pasti gak....
Sebagai istri aku g boleh berkeluh kesah krn beban suami pasti lebih berat dgn situasi sore ini,  krn cukuplah dgn aku bertanya
" adakah pembeli air galon bang??
" gak ada de... Tp ini masih cukup kok,  ade mau buat hc kah??? " , jawabnya menghiburku,
"Iya,  jawabku lirih...

Percakapan yg membuatku menyesal,  krn pasti memberatkannya,

Ku ambil Hp,  Bismillah.. Ikhtiar dagangan...
Pertama,  iklan susu kambing... Blm ada respon...
Chat ke rekan bisnis,  tanya buku pesanan org,  masya Allah.. Rekan bisnis yg luar biasa,  semoga Allah memberkahi keluarganya dan rezkynya, beliau menawarkan untuk mengantar buku2 pesanan org, berterima kasihku dgn penuh keki...
Mulai lah ku chat dan tlp satu2 yg pesan buku, untuk segera membayar ke Beliau yg sdh mengantar,  Qadarullah,,, ada satu pemesan yg tdk bisa kalo gak via transfer,  dan dgn cepatnya segera dia transfer pembayaran bukunya...
Sms banking menyapaku dan itu tandanya aku bisa segera menerima keuntunganku untuk memenuhi hajatku membeli air minum... Dan selebihnya kan segera ku transfer ke rekan bisnisku...
Masya Allah,  haru memenuhi dadaku...

*Nikmat Tuhan mu yg manakah yg kau dustakan???*
*menerima nikmatnya dgn hati bahagia dan malu,  kebaikan apa yg telah ku perbuat sehingga Allah berbuat baik padaku???
*crying...

Sore,  Rumah Samarinda,  11 April 2018